Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47 Persen

2 min read
BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47 Persen
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Nicholas Cappello)
  • Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2025 yang sebesar 5,04 persen.

  • Industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan menyumbang sekitar 65,31 persen PDB nasional.

  • Konsumsi rumah tangga dan PMTB menjadi penopang utama, sementara seluruh wilayah mencatat pertumbuhan positif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026 sebesar 5,47 persen. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tercatat 5,29 persen dan kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen.

“Secara year-on-year, ekonomi kuartal III 2026 tumbuh sebesar 5,47 persen dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,04 persen,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam rilis BPS, Kamis (5/11).

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026, atas harga dasar berlaku (ADHB) Rp6.741,0 triliun kemudian atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.633,2 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, seluruh lapangan usaha tumbuh postif secara year on year. Lima lapangan usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 yakni industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

“Total share kelima lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari PDB nasional,” imbuhnya.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 11,22 persen didorong oleh peningkatan hunian kamar hotel dan konsumsi masyarakat di rumah makan dan restoran.

Lapangan usaha jasa keuangan dan jasa lainnya juga tumbuh pada triwulan III tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya secara berturut-turut sebesar 8,47 persen dan 8,32 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi masih ditopang kontribusi komponen pada PDB yakni konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 51,97 persen dan pertumbuhan sebesar 5,04 persen (YoY).

"Menunjukkan masih tingginya tingkat konsumsi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, PMTB dengan kontribusi sebesar 30,81 persen dan tumbuh 6,06 persen.

“Dengan demikian, 82,78 persen PDB kuartal III tahun 2026 berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,” katanya.

Ekspor berkontribusi 25,05 persen mengalami pertumbuhan 4,59 persen (YoY). Sedangkan konsumsi pemerintah berkontribusi 7,28 persen mengalami pertumbuhan 8,95 persen.

Komponen dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 8,95 persen terutama didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa.

Dari sisi wilayah, ekonomi kuartal III tumbuh positif di semua wilayah. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional dengan pertumbuhan 6,08 persen ditopang oleh sektor pertambangan.

    Related Articles

    See More