Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan bahwa defisit APBN diperkirakan akan sebesar Rp734,4 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB. Defisit tersebut melampaui target Undang-Undang APBN 2026 sebesar 2,68 persen.
Purbaya mengatakan, defisit tersebut berasal dari pendapatan negara yang diperkirakan mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN, sedangkan belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6 persen dari pagu APBN.
Secara rinci, penerimaan perpajakan diperkirakan Rp2.631,4 triliun, tumbuh 18,6 persen, yang berasal dari pajak Rp2.310,8 triliun, tumbuh 20,5 persen, serta kepabeanan dan cukai Rp320,6 triliun, tumbuh 6,8 persen. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan sebesar Rp575,1 triliun, tumbuh 6,2 persen.
“Ini kan penerimaan pajaknya hanya turun lagi ke 20,5 persen kita akan jaga terus pak mudah-mudahan kita bisa tahan di 23 persen. Untuk penerimaan pajaknya sehingga income kita juga akan lebih baik saya yakin dengan efisiensi pekerjaan pajak, perbaikan Coretax, dan perbaikan prosedur, kita bisa mencapai itu tanpa menaikkan tarif pajaknya atau menciptakan pajak baru,” ujar Purbaya dalam Laporan Pelaksanaan APBN Semester I dan Prognosis Semester II Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7).
Sementara itu, belanja negara diperkirakan sebesar Rp3.942,4 triliun atau mencapai 102,6 persen dibandingkan pagu APBN dan tumbuh 14,8 persen.
Outlook belanja terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.245,5 triliun atau tumbuh 25,5 persen dan transfer ke daerah sebesar Rp696,9 triliun atau mencapai 100,6 persen dibanding pagu APBN sebesar Rp693,0 triliun.
Purbaya mengatakan bahwa outlook belanja ditunjukkan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat, serta untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah penanggulangan bencana.
“Selain itu, outlook belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan sebesar Rp132 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah, subsidi dan kompensasi,” katanya.
Sementara itu, hingga semester I 2026, pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN dan tumbuh 21,4 persen (yoy). Capaian tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun.
Realisasi belanja negara pada semester I 2026 mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN dan tumbuh 17,8 persen.