Banggar DPR Proyeksikan Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun

Banggar DPR memproyeksikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2027 turun menjadi sekitar Rp174 triliun, atau berkurang 35 persen dari Rp268 triliun.
Penurunan anggaran dilakukan setelah evaluasi kebutuhan titik layanan dan sasaran penerima manfaat.
Angka Rp174 triliun masih bersifat estimasi dan akan dibahas bersama pemerintah dalam penyusunan RAPBN 2027.
Jakarta, FORTUNE — Badan Anggaran (Banggar) DPR memperkirakan alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027 turun menjadi Rp174 triliun.
Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, mengatakan proyeksi tersebut merupakan hasil perhitungan ulang terhadap kebutuhan pelaksanaan program, mulai dari jumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga sasaran penerima manfaat.
Meski anggaran MBG diproyeksikan lebih kecil, Said menegaskan penyesuaian itu tidak ditujukan untuk mengurangi kualitas layanan maupun standar gizi program.
Table of Content
Banggar DPR: anggaran MBG turun 35 persen
Said Abdullah menyampaikan anggaran MBG pada 2027 diperkirakan Rp174 triliun, turun sekitar Rp94 triliun atau 35 persen dibandingkan pagu 2026 sebesar Rp268 triliun.
"Kalau (anggaran) MBG pasti turun," ujar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7).
Menurutnya, estimasi tersebut diperoleh setelah Banggar melakukan rasionalisasi terhadap sejumlah komponen pelaksanaan program. Salah satu dasar perhitungannya adalah evaluasi kebutuhan SPPG atau dapur MBG. Dari rencana penyediaan 27.000 titik, Banggar menilai kebutuhan riil diperkirakan sekitar 21.000 titik.
Selain itu, proyeksi anggaran juga disusun berdasarkan target pelayanan kepada sekitar 84 juta siswa. Perhitungan tersebut turut memperhitungkan anggaran kesehatan di luar pos pendidikan, termasuk untuk penanganan stunting, ibu hamil, dan kelompok penerima manfaat lainnya.
"Kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita. Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk, seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun," tutur Said.
Penyesuaian disebut tidak mengurangi kualitas MBG
Banggar DPR menegaskan efisiensi anggaran tidak akan memengaruhi mutu pelaksanaan program MBG. Said mengatakan fokus utama pemerintah dan DPR adalah menjaga tata kelola program sekaligus memastikan kualitas gizi yang diterima penerima manfaat tetap sesuai target.
"MBG itu jangan sebentar-sebentar yang bombastis anggarannya sedemikian rupa. Tapi ketika turun, 'Lah, kok turun?' Bukan. Tapi yang penting menjaga kualitas. Nah, yang pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga," ujarnya.
Dengan demikian, penyesuaian anggaran disebut lebih diarahkan pada efisiensi pelaksanaan dibandingkan pengurangan manfaat program.
Angka final menunggu RAPBN 2027
Said menegaskan angka Rp174 triliun masih berupa estimasi dan belum menjadi keputusan final. Besaran anggaran MBG akan dibahas bersama pemerintah dalam proses penyusunan RAPBN 2027 sebelum ditetapkan dalam Undang-Undang APBN.
"Diketoknya nanti di bulan September. Kalau diketok sekarang palunya juga enggak laku. Masa Banggar sendiri yang ngetok? Kan harus sama pemerintah," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyampaikan pagu indikatif BGN untuk 2027 mencapai Rp270,2 triliun guna melayani sekitar 81,5 juta penerima manfaat. Namun, menurut BGN, angka tersebut masih bersifat sementara karena masih dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.
BGN juga masih mengevaluasi sasaran penerima manfaat serta kebutuhan anggaran, termasuk penataan tata kelola pelaksanaan program sebagai bagian dari proses efisiensi.
Realisasi anggaran MBG terus meningkat pada 2026
Di tengah pembahasan RAPBN 2027, realisasi anggaran MBG sepanjang 2026 terus bertambah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga akhir Mei 2026, penyerapan anggaran program mencapai Rp88,15 triliun.
Angka tersebut meningkat 17,53 persen dibandingkan realisasi pada April 2026 sebesar Rp75 triliun.
Dari total 63,13 juta penerima manfaat, sebanyak 48,9 juta merupakan kelompok siswa. Sementara 14,3 juta lainnya berasal dari kelompok non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Data itu turut menjadi salah satu acuan dalam penyusunan kebutuhan anggaran MBG pada tahun depan, masih akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah dalam penyusunan RAPBN 2027.
FAQ seputar Banggar DPR soal anggaran MBG
| Berapa proyeksi anggaran MBG pada 2027? | Banggar DPR memperkirakan anggaran MBG 2027 sekitar Rp174 triliun. |
| Mengapa anggaran MBG diproyeksikan turun? | Karena adanya rasionalisasi kebutuhan SPPG dan penyesuaian target penerima manfaat. |
| Apakah kualitas program MBG akan berkurang? | Banggar DPR menyatakan penurunan anggaran tidak akan mengurangi kualitas gizi maupun tata kelola program. |
| Kapan anggaran final MBG 2027 ditetapkan? | Besaran final akan diputuskan dalam pembahasan RAPBN 2027 bersama pemerintah pada September 2026. |
















