Jakarta, FORTUNE – Dalam momentum Hari Kartini, ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company asal Indonesia menggelar sesi diskusi “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun, sekaligus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui pengembangan inisiatif Women’s Space.
Sesi ini menghadirkan Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr. Sari Chairunnisa, yang dipandu oleh Marissa Anita, dalam diskusi reflektif mengenai kekuatan yang terbentuk dari perjalanan hidup masing-masing.
Mengangkat narasi “menemukan kekuatan di balik rasa belum cukup”, ParagonCorp menyoroti bahwa banyak perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, namun masih dihadapkan pada keraguan diri.
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa menyampaikan, berbagai studi menunjukkan bahwa mayoritas perempuan memiliki motivasi untuk berkembang, namun tidak semuanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah.
Sebagai contoh, riset Mestara (2025) menunjukkan bahwa 83 persen perempuan ingin berkembang, namun hanya sekitar 30 persen yang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut.
“Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup? Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar bahwa keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi dan justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati,” ujar Sari pada keterangannya, (21/4).
Terinspirasi dari kisah B.J. Habibie dan Hasri Ainun Besari, sesi ini juga menekankan pentingnya dukungan dan relasi dalam perjalanan perempuan.
“Pertanyaan ‘saya sudah cukup belum ya?’ atau ‘saya masih bisa lebih maju nggak ya?’ sering muncul di benak kita sebagai perempuan. Namun bagi saya, justru saat pertanyaan itu hadir, di situlah semangat saya tumbuh,” jelas Mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 2014-2024, Retno Marsudi.
Lebih jauh, Susy Susanti menambahkan, “Saya tumbuh di dunia yang didominasi laki-laki. Namun pesan untuk pantang menyerah menjadi kekuatan bagi saya untuk terus maju, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membuka jalan bagi perempuan lain.”
Sementara itu, Nikita Willy mengungkapkan bahwa hidup di ruang publik membuat kita sering dihadapkan pada ekspektasi dan penilaian orang lain. Namun di setiap fase kehidupan, Nikita belajar untuk tetap jujur pada diri sendiri dan konsisten dengan apa yang dia jalani.
Melengkapi perspektif tersebut, Nadia Habibie menyampaikan, “Privilege bukan hanya tentang kesempatan, tetapi juga tanggung jawab bagaimana kita bisa memberi dampak bagi sekitar.”
