Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang, Incar Dana Rp32 Triliun
ilustrasi surat utang negara/obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pemerintah menggelar lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah dengan target indikatif Rp32 triliun untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN.
  • Lelang dilakukan melalui sistem Bank Indonesia dengan metode harga beragam, mencakup tiga seri SPN dan enam obligasi negara yang memiliki jatuh tempo antara 2026 hingga 2064.
  • Peserta lelang terdiri dari dealer utama perbankan besar nasional dan internasional, serta lembaga seperti LPS dan Bank Indonesia, dengan mekanisme penawaran kompetitif dan non-kompetitif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah akan melakukan lelang 9 seri Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN. Dalam lelang tersebut, pemerintah mengincar dana sebesar Rp32 triliun.

Lelang tersebut akan dilakukan hari ini 7 Juli 2026, dan tanggal setelmen dijadwalkan 2 hari kemudian, yakni 9 Juli 2026.

Penjualan SUN akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang tersebut bersifat terbuka, dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Dalam lelang itu, terdapat 9 SUN yang terbagi menjadi 3 surat pembendaharaan negara (SPN) dan 6 obligasi negara (ON).

“Target maksimal adalah 150 persen dari target indikatif,” demikian dikutip dari keterangan resmi Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (7/7).

Untuk SPN, alokasi pembelian non-kompetitifnya maksimal 99 persen dari pembelian yang dimenangkan. Sementara untuk ON, maksimal pembelian non-kompetitifnya sebesar 30 persen.

Nilai nominal masing-masing SUN adalah Rp1 juta per unit. Kesembilan SUN itu, terdiri dari:

1. SPN01260808 (new issuance)

Jatuh tempo: 8 Agustus 2026

Tingkat kupon: diskonto

2. SPN12261008 (reopening)

Jatuh tempo: 8 Oktober 2026

Tingkat kupon: diskonto

3.SPN12270708 (new issuance)

Jatuh tempo: 8 Juli 2027

Tingkat kupon: diskonto

4.FR0109 (reopening)

Jatuh tempo: 15 Maret 2031

Tingkat kupon: 5,87500 persen

5.FR0108 (reopening)

Jatuh tempo: 15 April 2036

Tingkat kupon: 6,50000 persen

6.FR0106 (reopening)

Jatuh tempo: 15 Agustus 2040

Tingkat kupon: 7,12500

7.FR0107 (reopening)

Jatuh tempo: 15 Agustus 2045

Tingkat kupon: 7,12500 persen

8.FR0102 (reopening)

Jatuh tempo: 15 Juli 2054

Tingkat kupon: 6,87500 persen

9.FR0105 (reopening)

Jatuh tempo: 15 Juli 2064

Tingkat kupon: 6,87500 persen

Dalam keterangan DJPPR, peserta lelang terdiri dari dealer utama yakni Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. BRI Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. Selain itu, peserta lelang meliputi Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Pemerintah memiliki hak untuk menjual kesembilan seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article