Jakarta, FORTUNE - Pemerintah akan melakukan lelang 9 seri Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN. Dalam lelang tersebut, pemerintah mengincar dana sebesar Rp32 triliun.
Lelang tersebut akan dilakukan hari ini 7 Juli 2026, dan tanggal setelmen dijadwalkan 2 hari kemudian, yakni 9 Juli 2026.
Penjualan SUN akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang tersebut bersifat terbuka, dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).
Dalam lelang itu, terdapat 9 SUN yang terbagi menjadi 3 surat pembendaharaan negara (SPN) dan 6 obligasi negara (ON).
“Target maksimal adalah 150 persen dari target indikatif,” demikian dikutip dari keterangan resmi Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (7/7).
Untuk SPN, alokasi pembelian non-kompetitifnya maksimal 99 persen dari pembelian yang dimenangkan. Sementara untuk ON, maksimal pembelian non-kompetitifnya sebesar 30 persen.
Nilai nominal masing-masing SUN adalah Rp1 juta per unit. Kesembilan SUN itu, terdiri dari:
1. SPN01260808 (new issuance)
Jatuh tempo: 8 Agustus 2026
Tingkat kupon: diskonto
2. SPN12261008 (reopening)
Jatuh tempo: 8 Oktober 2026
Tingkat kupon: diskonto
3.SPN12270708 (new issuance)
Jatuh tempo: 8 Juli 2027
Tingkat kupon: diskonto
4.FR0109 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Maret 2031
Tingkat kupon: 5,87500 persen
5.FR0108 (reopening)
Jatuh tempo: 15 April 2036
Tingkat kupon: 6,50000 persen
6.FR0106 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Agustus 2040
Tingkat kupon: 7,12500
7.FR0107 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Agustus 2045
Tingkat kupon: 7,12500 persen
8.FR0102 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Juli 2054
Tingkat kupon: 6,87500 persen
9.FR0105 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Juli 2064
Tingkat kupon: 6,87500 persen
Dalam keterangan DJPPR, peserta lelang terdiri dari dealer utama yakni Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. BRI Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. Selain itu, peserta lelang meliputi Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia.
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Pemerintah memiliki hak untuk menjual kesembilan seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.
