Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp240,28 Triliun per September 2026, Tumbuh 8,57%
ilustrasi Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dok Kemenkeu
  • Penerimaan negara dari Bea Cukai mencapai Rp240,28 triliun per September 2026, tumbuh 8,57 persen secara tahunan.

  • Bea Cukai diminta memperkuat layanan, kelancaran arus barang, ekspor, dan daya saing dunia usaha.

  • Pengawasan diarahkan pada impor ilegal, penyelundupan komoditas strategis, serta barang yang membahayakan masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa prioritas utama Bea Cukai saat ini?
Vote Now
September 2026

Direktorat Jenderal Bea Cukai mencatat penerimaan negara sebesar Rp240,28 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,57 persen secara tahunan dan mencapai 71,51 persen dari target APBN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa prioritas utama Bea Cukai saat ini?
Vote Now
  • What?
    Direktorat Jenderal Bea Cukai mencatat penerimaan negara sebesar Rp240,28 triliun per September 2026.
  • Who?
    Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
  • Where?
    Di Indonesia, dalam pelaksanaan fungsi kepabeanan, pelayanan, dan pengawasan perdagangan lintas negara.
  • When?
    Per September 2026.
  • Why?
    Penerimaan digunakan untuk membiayai pembangunan, memperkuat layanan publik, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung program prioritas pemerintah.
  • How?
    Penerimaan tumbuh 8,57 persen secara tahunan dan mencapai 71,51 persen dari target APBN. Pengawasan diperkuat melalui penindakan terhadap impor ilegal dan penyelundupan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa prioritas utama Bea Cukai saat ini?
Vote Now

Bea Cukai mengumpulkan uang negara sebanyak Rp240,28 triliun sampai September 2026. Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta Bea Cukai melayani masyarakat dan dunia usaha dengan baik. Bea Cukai juga harus mengawasi barang ilegal, seperti beras ilegal, ballpress, emas, dan nikel. Sekarang, pengawasan dan pelayanan itu terus diperkuat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa prioritas utama Bea Cukai saat ini?
Vote Now

Penerimaan Bea Cukai yang mencapai Rp240,28 triliun menunjukkan kontribusi terhadap pembiayaan pembangunan, layanan publik, dan program prioritas pemerintah. Penguatan pelayanan, kelancaran arus barang, dukungan ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal juga menempatkan Bea Cukai pada peran yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa prioritas utama Bea Cukai saat ini?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan mencatat penerimaan negara sebesar Rp240,28 triliun per September 2026. Angka ini tumbuh 8,57 persen secara tahunan, dan mencapai 71,51 persen dari target APBN.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan bahwa penerimaan bukan sekadar angka, melainkan sumber daya negara untuk membiayai pembangunan, memperkuat layanan publik, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Selain itu, kehadiran Bea Cukai diharapkan semakin nyata dalam memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing dunia usaha, mendorong ekspor, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan demikian, Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi sebagai revenue collector, tetapi juga sebagai community protector, trade facilitator, dan industrial assistance,” kata Menkeu.

Menkeu menilai tantangan Bea Cukai ke depan akan semakin kompleks seiring perubahan geopolitik, perkembangan perdagangan dan teknologi, serta semakin beragamnya perdagangan lintas negara.

Pada saat yang sama, Menkeu meminta seluruh jajaran Bea Cukai menjalankan kewenangan dalam koridor peraturan perundang- undangan dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.

Menurutnya, setiap informasi pelanggaran perlu ditindaklanjuti dan setiap proses penanganan perkara harus berjalan sesuai ketentuan hukum. Menkeu menekankan bahwa keberhasilan pengawasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah penindakan yang dilakukan, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Menkeu meminta Bea Cukai terus memperkuat penindakan terhadap penyelundupan dan peredaran barang ilegal.

Pengawasan tidak hanya diarahkan terhadap narkotika dan barang yang membahayakan masyarakat, tetapi juga terhadap penyelundupan komoditas strategis dan sumber daya alam Indonesia, termasuk emas, nikel, dan komoditas strategis lainnya.

“Penindakan yang Anda lakukan adalah upaya menyelamatkan ekonomi Indonesia. Penindakan impor ilegal tidak hanya merupakan persoalan kepabeanan dan capaian kinerja organisasi saudara, di dalamnya ada kepentingan masyarakat banyak,” tegas Menkeu.

Menurut Menkeu, penindakan terhadap impor ilegal memiliki dampak langsung terhadap masyarakat dan perekonomian nasional. Masuknya ballpress, misalnya, dapat merugikan usaha mikro, kecil, dan menengah, penjahit, industri tekstil, serta industri pendukung tekstil. Demikian pula masuknya beras ilegal yang dapat merugikan petani dan konsumen dalam negeri.

Pilih prioritas Bea Cukai menurut Anda

Apa prioritas utama Bea Cukai saat ini?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article