Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jadi Pejabat Sementara Gubernur BI
Pengumuman Perry Warjiyo Mundur Dari Gubernur BI/Dok Bank Indonesia
  • Perry Warjiyo menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 25 Juli 2026 karena alasan pribadi.

  • Jabatan Pejabat Gubernur Sementara (Pgs) diserahkan kepada Destry Damayanti, yang merupakan Deputi Gubernur Senior BI.

  • Pasar keuangan Indonesia memang sempat mengalami tekanan saat menghadapi dampak dari geopolitik Timur Tengah hingga kenaikan harga minyak global. Dampaknya, nilai tukar (kurs) rupiah melemah dan dalam level mengkhawatirkan hingga tembus Rp18.200/US$.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE Perry Warjiyo menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Presiden Prabowo Subianto pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pada konferensi pers di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7).

Prasetyo menambahkan, sesuai dengan UU No. 4/2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU BI), maka jabatan Pejabat Gubernur Sementara (Pgs) diserahkan kepada Destry Damayanti, yang merupakan Deputi Gubernur Senior BI.

"Deputi Gubernur Senior selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara," kata Prasetyo.

Sementara itu, Destry menyatakan bakal senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenangnya. Di antaranya adalah mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Dalam melaksanakan tugas dan wewenang tersebut, Bank Indonesia tetap mengutamakan tata kelola kelembagaan yang baik dan profesional, dan akan terus bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan tugas dan amanat masing-masing,” kata Destry.

Di sisi lain, pasar keuangan Indonesia memang sempat mengalami tekanan saat menghadapi dampak dari tensi geopolitik di Timur Tengah hingga kenaikan harga minyak global. Dampaknya, nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga tembus Rp18.200/US$.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, sempat melontarkan kritik tajam kepada bank sentral yang belum bisa maksimal mengendalikan nilai tukar sehingga menggerus cadangan devisa hingga lebih dari US$4,6 miliar dalam sebulan. Dengan kondisi ini, cadangan tersebut makin menyusut hingga mencapai US$131,6 miliar pada Mei 2025.

Curated For You

Editorial Team

Related Article