Jakarta, FORTUNE – Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama para pemangku kepentingan meningkatkan investasi pada sektor perkeretaapian, terutama demi memperkuat sistem keselamatan di perlintasan sebidang yang hingga kini masih menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di Indonesia.
Dia menyampaikan hal tersebut saat meresmikan revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7). Menurutnya, modernisasi transportasi harus berorientasi pada pelayanan masyarakat, bukan sekadar mengejar kemajuan teknologi.
"Semua sarana adalah untuk melayani rakyat," ujar Prabowo seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menegaskan pembangunan sektor perkeretaapian perlu diiringi peningkatan investasi agar keselamatan perjalanan kereta semakin baik. Salah satu prioritas yang dia sorot adalah pembenahan ribuan perlintasan sebidang yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
"Semua lintasan kereta api saya dengar yang masih ada ribuan harus dibikin pintu-pintu yang baik, pintu-pintu yang otomatis mungkin, sehingga tidak terjadi kecelakaan di mana-mana," katanya.
Keinginan tersebut sejalan dengan tantangan yang masih dihadapi sektor perkeretaapian nasional.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Indonesia masih memiliki ribuan perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak. Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah mendorong penutupan perlintasan ilegal, pembangunan perlintasan tidak sebidang, serta pemasangan palang pintu otomatis untuk menekan angka kecelakaan.
Selain meningkatkan keselamatan, investasi pada sektor perkeretaapian juga dinilai penting guna memperkuat konektivitas nasional. Pemerintah terus mendorong pengembangan transportasi berbasis rel sebagai bagian dari upaya menekan biaya logistik sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Sebelumnya, Prabowo juga mengungkapkan rencana pembangunan jaringan Trans Sumatra dan Trans Kalimantan yang diharapkan dapat memperluas akses transportasi serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
