Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo: Ada Penyusup di MBG, Laporkan Langsung ke Saya

Prabowo: Ada Penyusup di MBG, Laporkan Langsung ke Saya
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo meminta pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menerima laporan adanya oknum yang menyusup dan melakukan penyimpangan dalam pelaksanaannya.
  • Prabowo menugaskan kepala daerah, aparat TNI-Polri, hingga masyarakat untuk melakukan sidak dan melaporkan langsung setiap pelanggaran ke Badan Gizi Nasional atau kepadanya secara pribadi.
  • Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan porsi makanan agar anak-anak serta ibu hamil mendapat asupan gizi optimal demi membentuk generasi Indonesia yang sehat dan produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah hingga aparat keamanan mengawasi secara ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku mendapat informasi adanya oknum yang menyusup ke dalam program tersebut untuk melakukan penyimpangan.

Pernyataan itu dia sampaikan saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

Pemerintah, menurutnya, berkomitmen melanjutkan program MBG karena bertujuan mengatasi persoalan gizi dan memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kelaparan. Namun, ia mengakui terdapat pihak-pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari program tersebut.

Karena itu, Prabowo mempersilakan gubernur, bupati, camat hingga kepala desa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh dapur penyedia makanan MBG. Ia meminta tiap penyimpangan segera dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), bahkan disampaikan langsung kepadanya.

"Ngomong di TikTok, langsung saya kirim tim untuk selesaikan," ujarnya.

Prabowo juga meminta aparat TNI dan Polri di daerah ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Danrem, Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa, periksa, periksa. Yang artinya baik, jangan manggil-manggil mau ngerjain, jangan," katanya.

Menurut Prabowo, praktik meminta setoran atau memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi tidak boleh lagi terjadi. Ia menilai masyarakat kini semakin kritis karena memiliki akses informasi yang luas melalui telepon pintar.

"Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Manggil-manggil minta setoran. Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui masih ada pihak yang mencari celah untuk mengurangi kualitas maupun porsi makanan yang diterima penerima manfaat.

Ia mencontohkan praktik memperkecil porsi lauk, terutama ayam, agar memperoleh keuntungan lebih besar. Menurutnya, langkah tersebut justru merugikan anak-anak yang membutuhkan asupan gizi optimal.

"Kalau kita satu ayam dipotong delapan atau sepuluh masih masuk akal, paling kecil dua belas. Jangan pula dipotong delapan belas atau dua puluh. Kelihatan makannya kecil sedikit," ujarnya.

Prabowo juga mengingatkan agar menu makanan yang disajikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia menyarankan telur diberikan dalam bentuk rebus atau ceplok agar kandungan gizinya tetap terjaga.

Menurutnya, pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

"Sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik. Dia berkembang sehat, dia bisa jadi petani yang sehat, pekerja yang baik, ilmuwan, atau dokter. Kalau dari kecil makannya tidak bagus, dia nanti tidak maksimal," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil. Ia mengakui distribusi program belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena luasnya cakupan penerima manfaat.

"Saya minta kesabaran karena perjuangan kita. Saya berharap akhir tahun atau awal tahun depan sudah menjangkau semuanya. Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum menerima, saya paham itu," ujar Prabowo.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More