Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran hingga 10 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dok Kemenkeu
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pembatasan subsidi Pertalite yang tepat sasaran dapat menghemat anggaran sekitar 10 persen.
  • Pemerintah mengkaji pembatasan bagi kelompok ekonomi desil 9 dan 10, dengan mempertimbangkan jenis kendaraan; implementasi ditargetkan akhir tahun setelah uji coba sistem.
  • Dalam RAPBN 2027, kuota BBM bersubsidi ditetapkan 20,09 juta KL, sementara subsidi energi naik 20,1 persen menjadi Rp272,9 triliun tanpa rencana kenaikan harga BBM subsidi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah mengkaji pembatasan subsidi BBM, khususnya Pertalite, bagi kelompok ekonomi atas, dengan potensi penghematan anggaran sekitar 10 persen.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pemerintah, Pertamina, serta masyarakat desil 9 dan 10 menjadi pihak yang terlibat.
  • Where?
    Pernyataan Purbaya disampaikan di Jakarta. Kebijakan pembatasan subsidi BBM direncanakan diterapkan melalui sistem yang didukung Pertamina di Indonesia.
  • When?
    Purbaya menyampaikan keterangan pada Kamis, 20 Agustus. Pemerintah menargetkan kebijakan pembatasan subsidi diterapkan pada akhir tahun ini.
  • Why?
    Pembatasan disiapkan untuk memastikan subsidi BBM tepat sasaran, membatasi penggunaan oleh kelompok ekonomi atas, dan menghemat anggaran negara.
  • How?
    Pemerintah melakukan uji coba serta menyusun sistem pembatasan. Penilaian akan mempertimbangkan desil ekonomi dan jenis kendaraan, termasuk pembatasan bagi kendaraan mewah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa potensi penghematan anggaran yang diperoleh dari pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) khususnya Pertalite sebesar 10 persen.

“Kita masih menghitung. Kira-kira sepersepuluh kalau nggak salah,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (20/8).

Menkeu menegaskan bahwa kebijakan pembatasan BBM subsidi dilakukan untuk memastikan bahwa penerima tepat sasaran.

“Nggak, nggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang Desil 10, kita batasin dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia tengah mengkaji pembatasan subsidi BBM bagi masyarakat ekonomi atas yang masuk desil 9 dan 10. Kebijakan tersebut ditargetkan akan diterapkan pada akhir tahun ini atau sebelum tahun depan.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan uji coba dan menyusun sistem pembatasan subsidi tersebut. Purbaya mengatakan, sistem di Pertamina sudah cukup siap untuk mendukung implementasi kebijakan.

Bahlil mengatakan bahwa pembatasan subsidi tidak hanya didasarkan pada kelompok desil, melainkan juga mempertimbangkan jenis kendaraan. Menurutnya, kendaraan mewah tidak semestinya menggunakan BBM bersubsidi.

Sementara itu, pemerintah juga menegaskan belum akan menaikkan harga BBM subsidi di tengah harga minyak mentah dunia yang masih berfluktuasi.

Pada RAPBN 2027, pemerintah menetapkan kuota BBM bersubsidi sebesar 20,09 kiloliter (KL). Angka ini lebih rendah 58,5 persen dibandingkan alokasi tahun 2026 sebesar 48,43 juta KL. Pemangkasan kuota tersebut menjadi perhatian karena pada saat yang sama anggaran subsidi BBM justru mengalami kenaikan.

Subsidi energi dalam RAPBN Tahun Anggaran 2027 meningkat 20,1 persen dari outlook 2026 menjadi Rp272,9 triliun. Subsidi tersebut terbagi menjadi subsidi jenis BBM tertentu sebesar Rp142,8 triliun (Rp28,7 triliun subsidi jenis BBM tertentu dan Rp114,1 triliun subsidi LPG tabung 3 kg) dan subsidi listrik Rp130,1 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article