Jakarta, FORTUNE - Pemerintah memperkuat produksi bawang putih nasional sebagai strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor yang saat ini masih mencapai sekitar 90–95 persen dari total kebutuhan domestik.
Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong peningkatan produktivitas petani, memperluas areal tanam, memperkuat infrastruktur pascapanen, hingga memastikan pasar bagi hasil produksi dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pengurangan impor bawang putih membutuhkan langkah konkret dan koordinasi lintas sektor. Menurut dia, peningkatan produksi tidak cukup hanya dilakukan melalui perluasan lahan, tetapi juga harus dibarengi penguatan rantai pasok dari tingkat petani hingga pasar.
“Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga,” kata Zulkifli dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (21/8).
Saat ini, produksi bawang putih nasional baru berkisar 39.000–40.000 ton per tahun. Angka tersebut masih sangat jauh dibandingkan kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.
Dengan demikian, terdapat kesenjangan produksi sekitar 560.000 ton per tahun yang harus ditutup untuk mendekati pemenuhan kebutuhan dari produksi domestik. Lebarnya kesenjangan tersebut membuat impor masih menjadi sumber utama pasokan bawang putih nasional.
