Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Strategi Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor Bawang Putih
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi untuk meredam kenaikan harga bawang putih yang memengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH) sepanjang Juli 2026 melalui penguatan pasokan dan distribusi guna menjaga stabilitas harga serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat. ANTARAFOTO/Akramul Muslim
  • Pemerintah memperkuat produksi bawang putih nasional untuk menekan impor yang masih memenuhi 90–95 persen kebutuhan domestik, melalui koordinasi lintas sektor dari petani hingga pasar.
  • Produksi nasional hanya 39.000–40.000 ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan sekitar 600.000 ton, sehingga terdapat kesenjangan pasokan sekitar 560.000 ton.
  • Strateginya mencakup pengembangan sentra produksi, perluasan tanam di 17 provinsi, infrastruktur pascapanen, peningkatan produktivitas petani, distribusi, serta kepastian penyerapan hasil panen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
November 2026

Produksi dari penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi diproyeksikan memasuki masa panen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah memperkuat produksi bawang putih nasional untuk mengurangi ketergantungan impor.
  • Who?
    Pemerintah, Zulkifli Hasan, Polri, petani, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta dunia usaha.
  • Where?
    Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, serta 17 provinsi tempat penanaman bawang putih dilakukan serentak.
  • When?
    Saat ini, sementara produksi dari penanaman serentak diproyeksikan memasuki masa panen pada November 2026.
  • Why?
    Produksi nasional sekitar 39.000–40.000 ton per tahun masih jauh di bawah kebutuhan nasional sekitar 600.000 ton per tahun.
  • How?
    Melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, penguatan infrastruktur pascapanen, rantai pasok, distribusi, dan kepastian pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah ingin bawang putih dari petani Indonesia lebih banyak. Pak Zulkifli Hasan bilang petani perlu dibantu dengan lahan, gudang, pengiriman, dan pasar. Di Sembalun ada panen bawang putih. Polri juga ikut mendukung. Sekarang bawang putih Indonesia masih sedikit, jadi banyak bawang putih datang dari luar negeri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembangan sentra produksi di Sembalun, penanaman serentak di 17 provinsi, serta dukungan gudang pascapanen menunjukkan penguatan dilakukan dari budidaya hingga pengelolaan hasil panen. Keterlibatan pemerintah, Polri, petani, dan dunia usaha juga membuka ruang kerja bersama untuk mendukung ketersediaan bawang putih dari produksi dalam negeri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah memperkuat produksi bawang putih nasional sebagai strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor yang saat ini masih mencapai sekitar 90–95 persen dari total kebutuhan domestik.

Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong peningkatan produktivitas petani, memperluas areal tanam, memperkuat infrastruktur pascapanen, hingga memastikan pasar bagi hasil produksi dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pengurangan impor bawang putih membutuhkan langkah konkret dan koordinasi lintas sektor. Menurut dia, peningkatan produksi tidak cukup hanya dilakukan melalui perluasan lahan, tetapi juga harus dibarengi penguatan rantai pasok dari tingkat petani hingga pasar.

“Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga,” kata Zulkifli dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (21/8).

Saat ini, produksi bawang putih nasional baru berkisar 39.000–40.000 ton per tahun. Angka tersebut masih sangat jauh dibandingkan kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.

Dengan demikian, terdapat kesenjangan produksi sekitar 560.000 ton per tahun yang harus ditutup untuk mendekati pemenuhan kebutuhan dari produksi domestik. Lebarnya kesenjangan tersebut membuat impor masih menjadi sumber utama pasokan bawang putih nasional.

Perkuat Sentra Produksi

Default Image

Salah satu strategi pemerintah adalah mengembangkan sentra-sentra produksi bawang putih di sejumlah daerah. Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu wilayah yang didorong untuk meningkatkan produksi komoditas tersebut.

Panen raya bawang putih di Sembalun berlangsung di lahan seluas 105 hektare dengan estimasi produksi mencapai 1.050 ton. Panen tersebut melibatkan sembilan kelompok tani dan 287 petani.

Pengembangan produksi juga dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pascapanen. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah merangkaikan panen raya dengan peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun.

Zulkifli menilai keberadaan gudang penting dalam mendukung penyimpanan dan pengelolaan hasil panen petani. Infrastruktur pascapanen diperlukan agar peningkatan produksi tidak berhenti pada tahap budidaya, tetapi dapat menjaga kualitas dan ketersediaan komoditas setelah dipanen.

Polri turut memberikan dukungan melalui program ketahanan pangan dan pengembangan produksi bawang putih. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekosistem produksi di daerah sentra.

Selain NTB, penanaman bawang putih dilakukan secara serentak di 17 provinsi. Di NTB sendiri, areal tanam mencapai 120 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.200 ton.

Produksi dari penanaman tersebut diproyeksikan memasuki masa panen pada November 2026. Perluasan areal tanam menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan pasokan bawang putih yang berasal dari dalam negeri.

Produktivitas Jadi Kunci

Default Image

Meski demikian, peningkatan luas lahan saja belum cukup untuk mengatasi ketergantungan impor. Pemerintah juga perlu memastikan produktivitas bawang putih nasional meningkat secara signifikan.

Pengembangan bawang putih perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kemampuan petani, produktivitas lahan, pengelolaan pascapanen, distribusi, hingga kepastian penyerapan hasil panen.

Zulkifli menegaskan peningkatan produksi bawang putih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, hingga petani.

“Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article