Jakarta, FORTUNE - Suahasil Nazara resmi ditetapkan menjadi Menteri Keuangan pada Senin (14/9) oleh Presiden Prabowo Subianto. Usai menghadiri pelantikan di Istana, Suahasil bertolak ke kantor Kementerian Keuangan.
Pergantian ini mengakhiri masa jabatan Purbaya yang baru sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan setelah dilantik pada September 2025.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa ia mendapat arahan dari Presiden untuk menyelesaikan masa Kabinet Merah Putih 2024-2029 sebagai Menteri Keuangan. Ia menyebut tugas utamanya adalah menjaga kondisi keuangan negara agar tetap mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.
Suahasil mengatakan, tugas tersebut mencakup memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berfungsi sebagai instrumen untuk menumbuhkan dan menstabilkan perekonomian nasional.
Menurutnya, APBN juga harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui konsumsi, investasi, belanja pemerintah, hingga kegiatan ekspor.
“Dapat tugasnya adalah menjaga keuangan negara, memastikan keuangan negara kita akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang menstabilkan ekonomi kita, bermanfaat paling maksimal untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” katanya di Kantor Kemenkeu, Senin (14/9).
Ketika ditanya apakah kebijakan yang akan ia ambil akan berbeda dari kebijakan Menkeu sebelumnya, ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan melanjutkan seluruh tugas dan fungsi yang selama ini dijalankan, terutama dalam menjaga APBN, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Kita lanjutkan pekerjaan kita masing-masing dan kita buat Kementerian Keuangan yang kredibel, yang bisa dipercaya, yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Suahasil.
Selain pengelolaan APBN, Suahasil juga menyinggung upaya pemberantasan aktivitas ilegal oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia menilai penindakan terhadap berbagai kegiatan ilegal, termasuk peredaran rokok ilegal akan terus dilanjutkan.
“Yang ilegal itu bukan hanya rokok, tapi berbagai macam hal yang lain yang harusnya kita tangani,” ujarnya.
Suahasil juga mengatakan Kementerian Keuangan akan segera menyampaikan perkembangan APBN terbaru kepada publik, termasuk realisasi hingga Juli dan Agustus.
