NEWS

Genjot Program KUR, IFG Ajukan PMN Senilai Rp3 Triliun

PMN diharapkan jaga kesehatan Askrindo dan Jamkrindo.

Genjot Program KUR, IFG Ajukan PMN Senilai Rp3 TriliunIlustrasi Kinerja IFG/Dok IFG
10 July 2024

Jakarta, FORTUNE - Indonesia Financial Group (IFG) mengajukan suntikkan modal melalui Pernyetaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun. PMN tersebut masing-masing akan diarahkan Rp2 triliun untuk PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Rp1 triliun untuk PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dari APBN 2025. 

Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko menjelaskan, hal ini dilakukan untuk memastikan Askrindo dan Jamkrindo terus menjalankan penugasan pemerintah dalam memberikan penjaminan KUR kepada pelaku UMKM. 

IFG telah jamin KUR senilai Rp1.775 triliun

Ilustri UMKM/ Shuterstock Andri Wahyudi

Ia menyebut, sejak 2007 hingga 2023 IFG telah memberikan penjaminan terhadap penyaluran KUR sebesar Rp1.775 triliun, menjangkau sekitar 60 juta UMKM, dan 94 juta tenaga kerja. 

“Untuk menjaga keberlanjutan penjaminan KUR, kami membutuhkan dukungan penambahan PMN kepada Askrindo dan Jamkrindo dengan total Rp3 triliun dan juga penyesuaian tarif Imbal Jasa Penjaminan (IJP). Peningkatan combined ratio berpotensi menggerus ekuitas penjamin KUR,” ujar Hexana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR RI, pada Rabu (10/7). 

Pada masa COVID-19, penyaluran KUR meningkat sampai dengan 2,6 kali. KUR menjadi instrumen strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membantu UMKM dalam menghadapi goncangan ekonomi akibat pandemi. 

Di sisi lain, kenaikan tersebut menyebabkan peningkatan risiko KUR karena adanya peningkatan combined ratio perusahaan penjamin KUR mencapai nilai di atas 100 persen dan diestimasi mengalami peningkatan tertinggi pada 2024 di atas 200 persen 

PMN diharapkan jaga kesehatan Askrindo dan Jamkrindo dari risiko

Dok. Askrindo

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.