Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Survei Konsumen BI: Keyakinan Tetap Kuat di Tengah Peningkatan Porsi Tabungan

ilustrasi toko baju
ilustrasi toko baju (pexels.com/Kate Trysh)
Intinya sih...
  • IKK Desember 2025 tetap kuat, meskipun sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya.
  • Kuatnya keyakinan konsumen berasal dari penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan.
  • Peningkatan IKK terjadi pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp5 juta.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2025 mengindikasikan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap berada pada level kuat.

Hal ini tecermin pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang mencapai 123,5, seperti terlihat pada hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), dikutip Jumat (9/1).

Meskipun angka tersebut sedikit lebih rendah ketimbang IKK bulan sebelumnya yang mencapai 124,0, posisi tersebut tetap menunjukkan optimisme masyarakat yang terjaga.

Kuatnya keyakinan konsumen tersebut bersumber dari penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing mencapai 111,4 dan 135,6.

Berdasarkan demografi, peningkatan IKK terjadi pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp5 juta, dengan kenaikan tertinggi pada kelompok pengeluaran Rp4,1 juta-5 juta yang mencapai level 129,2.

Dari sisi usia, hanya kelompok 31-40 tahun yang mengalami peningkatan IKK, yakni 127,5.

Kondisi keuangan konsumen pada Desember 2025 menunjukkan pergeseran alokasi pendapatan.

Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi mencapai 74,3 persen, sedikit turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal yang sama terjadi pada proporsi pembayaran cicilan atau utang yang berada pada level 10,8 persen.

Sebaliknya, masyarakat menunjukkan kecenderungan menyimpan lebih banyak uang.

Proporsi pendapatan konsumen yang disimpan meningkat menjadi 14,9 persen. Peningkatan porsi tabungan ini terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran, terutama pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp3,1 juta-4 juta (15,5 persen) dan Rp4,1 juta-5 juta (15,7 persen).

Persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini menunjukkan tren positif.

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) meningkat menjadi 106,5, lebih tinggi dari angka bulan sebelumnya sebesar 103,7. Optimisme terhadap lapangan kerja ini terlihat pada seluruh tingkat pendidikan, dengan indeks tertinggi pada kelompok pascasarjana yang mencapai 117,1.

Namun, kelompok usia di atas 51 masih berada pada zona pesimistis untuk urusan ketersediaan pekerjaan.

Sementara itu, untuk pembelian barang tahan lama, peningkatan hanya terjadi pada kelompok pengeluaran Rp4,1 juta-5 juta dengan indeks 113,0.

Dari sisi usia, kelompok 20-30 tahun menunjukkan kenaikan minat pembelian barang tahan lama (117,4), sementara mayoritas kelompok usia lainnya justru mengalami penurunan.

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi untuk enam bulan ke depan tetap kuat. Hal ini didorong oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) yang naik tipis menjadi 140,8. Meskipun demikian, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) mengalami penurunan dari 133,8 menjadi 130,8, tapi tetap berada pada level optimistis.

Secara spasial, mayoritas kota yang disurvei menunjukkan peningkatan IKK, terutama Banten, Mataram, dan Ambon.

Namun, penurunan IKK terjadi di beberapa kota, dengan Medan dan Padang mengalami dampak paling signifikan.

Penurunan di kedua kota tersebut secara khusus dipengaruhi oleh dampak bencana Sumatra yang terjadi pada periode tersebut.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Discovery Kartika Plaza Hotel Dukung Pasar Murah Artha Graha Peduli 2026

09 Jan 2026, 18:22 WIBNews