Yogyakarta, FORTUNE — Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta menggelar General Staff Meeting (GSM) bertema “Noesantara 45” pada 14 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Asmaranda Ballroom tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
GSM kali ini dikemas dengan nuansa kemerdekaan yang melibatkan seluruh karyawan hotel. Selain menjadi ajang pemaparan pencapaian kinerja dan arahan strategi dari manajemen, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemilihan Icon of The Semester dan penampilan para staf.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan bertema 17 Agustus yang diikuti oleh karyawan. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mempererat kekompakan tim sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Ari Maryanto mengatakan, tema “Noesantara 45” dipilih untuk mengajak seluruh tim menjaga semangat persatuan dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada tamu.
“Melalui tema Noesantara 45, kami ingin mengajak seluruh tim untuk terus menjaga semangat persatuan dan profesionalisme dalam melayani tamu. Kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi juga diwujudkan melalui kerja keras dan kolaborasi,” ujar Ari.
Menurut manajemen, penyelenggaraan GSM tersebut menjadi bagian dari upaya Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta membangun budaya kerja yang positif, solid, dan memiliki semangat nasionalisme.
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat yang dikelola oleh Swiss-Belhotel International. Hotel yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo ini memiliki 166 kamar serta sejumlah fasilitas, antara lain restoran, lobby, lounge, ruang pertemuan, rooftop pool, dan rooftop lounge.
Hotel tersebut juga berada sekitar tujuh menit perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), dengan rooftop lounge yang menawarkan pemandangan hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh.
Sementara itu, Swiss-Belhotel International menyebut saat ini mengoperasikan lebih dari 165 hotel, resor, dan proyek di 20 negara yang tersebar di Selandia Baru, Australia, Indonesia, kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.
