Jakarta, FORTUNE - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengecam lambatnya proses penempatan 13.000 hingga 15.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Kementerian Koperasi dan Kementerian BUMN, yang dinilai menghambat pengoperasian 24.184 unit koperasi yang telah siap beroperasi secara fisik di seluruh Indonesia.
Joao menyatakan Agrinas telah siap menerima belasan ribu manajer tersebut. Menurutnya, keterlambatan penempatan yang meleset dari target jadwal Agustus 2026 mengindikasikan ketiadaan inisiatif serta ketergantungan birokrasi yang berlebihan pada anggaran.
“Mereka harusnya memutuskan untuk segera menempatkan dan kami sudah siap untuk menerima 13.000 sampai 15.000 manajer untuk ditempatkan di setiap koperasi yang sudah siap operasi,” kata Joao dalam unggahannya pada akun media sosial Instagram pribadinya, dikutip Rabu (16/9).
Ia menilai tidak ada alasan administratif yang wajar untuk menunda proses ini. Agrinas bahkan menawarkan bantuan langsung untuk mendistribusikan data calon manajer tanpa perlu melewati proses birokrasi yang memakan waktu dan biaya.
“Apa sih susahnya? Apa kendalanya? Kalau nggak, kasih aja kayak Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya. Kami kirim email, kami kirim ini. Gampang, enggak perlu ada biaya-biaya,” katanya.
Lebih lanjut, Joao mempertanyakan pola kerja kementerian terkait yang dianggap kerap menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto serta berpatokan pada ketersediaan dana operasional sebelum mengeksekusi keputusan strategis.
“Sedikit-sedikit kerja itu harus selalu harus ada uang dulu baru bekerja. Seolah-olah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja. Kerja model apa ini?” ujar Joao.
Ia mengindikasikan hambatan prosedur ini berisiko mengganggu pelaksanaan salah satu program prioritas pemerintah tersebut.
“Ini suatu program besar yang harus segera berjalan dan harusnya semua pihak mendukung. Apa sih ini kendalanya? Masalahnya cuma hanya menempatkan orang kok susah sekali. Kayak saya enggak habis pikir, itu ada apa? Ini adalah bentuk-bentuk sabotase secara struktural,” ujar Joao.
Secara korporasi dan infrastruktur, PT Agrinas Pangan Nusantara telah menyelesaikan pembangunan fisik 24.184 unit Kopdes Merah Putih dengan progres 100 persen. Proyek ini telah menyerap anggaran sekitar Rp106 triliun dari fasilitas pinjaman Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang disiapkan sebesar Rp175 triliun.
Jumlah 24.184 unit tersebut mencakup sekitar 30 persen dari total target pemerintah untuk membangun 80.000 unit Kopdes di seluruh Indonesia, dengan total pagu pembiayaan program mencapai Rp240 triliun.
Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, sebanyak 29.830 calon manajer KDKMP telah dinyatakan lulus rangkaian seleksi, pelatihan manajerial, hingga meraih sertifikasi kompetensi. Namun, meski penugasan dijadwalkan mulai Agustus 2026, realisasi penempatan para pengelola koperasi tersebut hingga kini masih tertahan.
