Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fungsi Data Center dan Risikonya yang Perlu Diwaspadai
ilustrasi data center (pexels.com/Brett Sayles)
  • Data center menyimpan, mengelola, mengolah, dan mendistribusikan data, sekaligus mendukung aplikasi, AI.

  • Operasional data center berisiko meningkatkan konsumsi listrik, emisi karbon, penggunaan air, pencemaran limbah, dan kebisingan.

  • Mitigasinya mencakup keamanan, pencadangan, pemeliharaan, efisiensi energi-air, serta studi kelayakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan bisnis digital mendorong peningkatan kebutuhan pusat data (data center). Infrastruktur ini berfungsi untuk menyimpan, mengelola, dan mendistribusikan data serta menjalankan aplikasi yang mendukung operasional perusahaan.

Bila melihat fungsinya, data center berperan penting dalam menjaga kelancaran layanan digital. Namun, penggunaannya juga memiliki sejumlah risiko. Untuk lebih lengkap, berikut fungsi data center dan risikonya yang perlu dipahami.

Apa itu data center?

Data center adalah fasilitas fisik yang menampung sistem komputer dan berbagai perangkat pendukung operasional teknologi informasi. Fasilitas ini dapat berupa ruangan khusus hingga gedung yang dirancang untuk menangani kebutuhan teknologi perusahaan dalam skala besar.

Infrastruktur utama data center terdiri dari server, perangkat penyimpanan, jaringan komunikasi, sistem pendingin, dan pasokan listrik. Selain itu, pusat data dilengkapi dengan sistem keamanan fisik dan digital untuk mencegah akses tidak sah, pencurian, hingga serangan siber. Pasokan listrik cadangan dan sistem pendingin juga diperlukan untuk menjaga perangkat tetap beroperasi.

Fungsi data center

Data center sering dipahami sebatas tempat penyimpanan data. Lebih dari itu, data center mendukung berbagai layanan digital, mulai dari operasional bisnis hingga pelayanan publik.

Berikut beberapa fungsi utama data center:

  • Menyimpan dan mengelola data perusahaan secara terpusat agar mudah diakses sesuai kebutuhan

  • Mengolah data dalam jumlah besar secara cepat menggunakan server dan perangkat komputasi

  • Menyediakan kapasitas komputasi untuk menjalankan sistem kecerdasan buatan dan analisis data

  • Menyediakan infrastruktur untuk menjalankan aplikasi dan layanan berbasis komputasi awan

  • Menyediakan salinan data untuk membantu proses pemulihan ketika terjadi gangguan sistem

  • Menghubungkan berbagai perangkat dan sistem agar pertukaran data berjalan lancar

  • Melindungi informasi penting dari akses tidak sah, serangan siber, dan ancaman fisik

  • Memudahkan perusahaan mengelola sumber daya teknologi informasi dalam satu fasilitas.

Risiko data center

Di balik manfaatnya, pengoperasian data center juga menimbulkan risiko termasuk risiko lingkungan. Ini bisa terjadi akibat tingginya konsumsi listrik dan kebutuhan air untuk sistem pendingin. Supaya lebih mudah memahami, berikut sejumlah risiko data center.

  • Risiko konsumsi energi dan emisi karbon

Data center membutuhkan listrik dalam jumlah besar untuk menjalankan server dan sistem pendingin. Jika listrik berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil, konsumsi energi tersebut dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca yang memperburuk perubahan iklim.

  • Risiko penggunaan air berlebihan

Sebagian data center menggunakan air dalam jumlah besar untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil. Pengambilan air secara berlebihan berpotensi mengurangi ketersediaan air bagi masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan atau keterbatasan pasokan.

  • Risiko pencemaran lingkungan

Sistem pendingin tertentu menghasilkan air buangan yang mengandung mineral dan bahan kimia pengolahan air. Jika dibuang tanpa pengolahan yang memadai, limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan. Kebisingan dari perangkat pendingin dan generator cadangan juga dapat mengganggu masyarakat sekitar

  • Risiko keamanan siber dan operasional

Data yang tersimpan di data center berisiko mengalami kebocoran akibat akses tidak sah, serangan siber, atau lemahnya sistem keamanan. Data yang bocor dapat dicuri, disalahgunakan, hingga dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.

Selain ancaman keamanan, kerusakan perangkat, gangguan jaringan, dan kegagalan sistem juga dapat menghambat operasional data center. Tanpa pemeliharaan yang memadai, gangguan tersebut berpotensi menyebabkan terhentinya layanan digital dalam skala besar.

  • Risiko kerusakan fisik

Infrastruktur data center rentan mengalami kerusakan akibat gempa bumi, banjir, atau kebakaran. Gangguan pada sistem pendingin juga dapat menyebabkan server mengalami panas berlebih (overheating). Kondisi tersebut berisiko merusak perangkat dan menghentikan layanan digital.

  • Risiko finansial

Pembangunan dan pengoperasian data center membutuhkan investasi besar, mulai dari pengadaan perangkat hingga biaya listrik dan pemeliharaan. Jika jumlah pelanggan tidak sesuai proyeksi, pendapatan berpotensi tidak mampu menutupi biaya operasional sehingga menimbulkan kerugian.

Bagaimana cara mengurangi risiko data center?

Risiko data center dapat dikurangi melalui penguatan sistem keamanan, pemeliharaan infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya yang efisien. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan.

  • Menerapkan sistem keamanan siber dan membatasi akses ke data serta perangkat penting.

  • Melakukan pencadangan data secara berkala dan menyiapkan prosedur pemulihan saat terjadi gangguan.

  • Menyediakan pasokan listrik cadangan untuk mengantisipasi pemadaman.

  • Menggunakan perangkat hemat energi dan mengoptimalkan sistem pendingin untuk mengurangi konsumsi listrik.

  • Mengelola penggunaan air dan mengolah limbah untuk mengurangi dampak lingkungan.

  • Melakukan studi kelayakan investasi berdasarkan kebutuhan pasar dan proyeksi biaya operasional.

  • Melakukan pemeriksaan perangkat secara rutin dan memberikan pelatihan kepada tenaga operasional.

Dengan langkah tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko gangguan layanan, kerugian finansial, dan dampak lingkungan. Pengelolaan yang tepat juga membantu menjaga keberlangsungan operasional data center dalam jangka panjang.

Demikian fungsi data center beserta risikonya yang perlu dipahami.

FAQ seputar fungsi data center dan risikonya

Apa fungsi data center dalam kehidupan sehari-hari?

Data center berguna untuk menyimpan aset digital, menunjang komunikasi, melindungi data, serta menjalankan berbagai aplikasi.

Bagaimana cara kerja data center?

Data center beroperasi selama 24 jam untuk menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data melalui perangkat komputer dan jaringan.

Apa saja risiko data center?

Data center berpotensi menyebabkan krisis daya listrik, ketersediaan air bersih, hingga serangan siber.

Apa dampak pembangunan data center terhadap lingkungan?

Pembangunan dan operasional data center dapat mengakibatkan pasokan air bersih menurun, risiko pencemaran, jejak karbon, hingga polusi suara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article