Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Google dan Blackstone Kerja Sama di Bidang Cloud AI

Google dan Blackstone Kerja Sama di Bidang Cloud AI
Ilustrasi logo Google (unsplash.com/Adarsh Chauhan)
Intinya Sih
  • Google dan Blackstone membentuk perusahaan layanan cloud berbasis AI pada Mei 2026 untuk memperkuat infrastruktur komputasi global.

  • Blackstone menjadi pemegang saham mayoritas dengan investasi awal 5 miliar dolar AS, sementara Google menyumbang teknologi chip TPU.

  • Kemitraan ini menargetkan kapasitas komputasi hingga 500 megawatt pada 2027, alternatif ekosistem TPU di tengah dominasi GPU Nvidia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Alphabet Inc. melalui anak usahanya, Google, resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan investasi Blackstone untuk membentuk perusahaan layanan cloud berbasis kecerdasan buatan (AI) pada 18 Mei 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan dalam memperkuat infrastruktur AI di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi global.

Kerja sama Google dan Blackstone di sektor cloud AI difokuskan pada pengembangan data center dan layanan komputasi berbasis chip AI untuk mendukung teknologi generasi berikutnya. Di tengah pesatnya perkembangan AI, data center dan chip dipandang sebagai aset penting.

Table of Content

Google dan Blackstone siapkan investasi besar

Google dan Blackstone siapkan investasi besar

Lonjakan penggunaan AI membuat permintaan komputasi meningkat drastis. Permintaan tersebut meningkat lebih cepat dibandingkan kapasitas data center yang tersedia.

Peluang emas itu dimanfaatkan oleh Google dan Blackstone dengan membangun kemitraan dan mendirikan perusahaan baru. CEO Google Cloud Thomas Kurian mengatakan kemitraan tersebut dinilai dapat memenuhi kebutuhan komputasi AI di industri. 

“Usaha patungan dengan Blackstone ini membantu memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk TPU, yang dioptimalkan secara khusus untuk efisiensi dan kinerja di era AI. Bersama-sama, kami mempercepat transformasi AI dan menyediakan lebih banyak pilihan bagi organisasi untuk mengakses kemampuan komputasi yang dipercepat,” ungkap Kurian dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (20/05).

Usaha baru di bidang cloud AI ini akan didanai Blackstone sebagai pemegang saham mayoritas. Modal ekuitas awal senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88,4 triliun (kurs Rp17.686 per dolar AS).

Investasi tersebut diperkirakan 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp442 triliun dengan tambahan dana pinjaman (leverage).

Google bawa teknologi AI dan chip TPU

Perusahaan baru hasil kerja sama Google dan Blackstone nantinya akan menggunakan chip AI buatan Google, yaitu tensor processing units (TPU), melalui model compute-as-a-service.

Google juga menunjuk eksekutif seniornya, Benjamin Treynor Sloss sebagai CEO. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Google untuk memperluas penggunaan chip TPU sekaligus memperkuat infrastruktur AI di tengah lonjakan permintaan komputasi global.

Para analis dan investor menilai Google mengambil bagian yang cukup besar dari permintaan komputasi berbasis AI, didukung oleh perangkat bisnis dan chip khusus. Penjualan di bisnis cloud melonjak dan layanan AI miliknya semakin populer di kalangan pengguna internal dan pelanggan eksternal.

Blackstone tingkatkan investasi di bidang AI

Blackstone selama ini dikenal sebagai salah satu pemain besar di bisnis infrastruktur digital global. Perusahaan mengelola aset senilai lebih dari 1,3 triliun dolar AS.

Blackstone juga pernah mengakuisisi operator pusat data QTS pada 2021 dan membeli penyedia layanan komputasi AirTrunk pada 2024.

Ekspansi itu kini berlanjut ke sektor cloud AI melalui kemitraan strategis dengan Google. Blackstone melihat lonjakan penggunaan AI sebagai peluang besar karena kebutuhan komputasi dan kapasitas data center terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden sekaligus COO Blackstone, Jon Gray mengatakan kerja sama dengan Google mencerminkan tingginya permintaan terhadap infrastruktur AI yang membutuhkan investasi dalam skala besar. Menurutnya, pengembangan AI modern tidak hanya bergantung pada software, tetapi juga kapasitas pusat data dan chip komputasi yang kuat.

Sejumlah analis memperkirakan pengeluaran perusahaan teknologi global untuk membangun infrastruktur AI, termasuk data center, dapat melampaui 700 miliar dolar AS pada 2026. Karena itu, Google dan Blackstone menargetkan usaha patungan mereka mampu menyediakan kapasitas komputasi hingga 500 megawatt pada 2027.

Perusahaan baru tersebut akan bersaing dengan pemain neocloud seperti CoreWeave dan Nebius Group NV, menawarkan layanan komputasi AI berbasis GPU Nvidia. Namun, Google dan Blackstone berusaha menghadirkan alternatif melalui penggunaan ekosistem TPU milik Google.

FAQ seputar Google dan Blackstone kerja sama di bidang cloud

Apa tujuan kerja sama Google dan Blackstone?

Kerja sama Google dan Blackstone bertujuan membangun perusahaan layanan cloud AI.

Apa itu layanan cloud AI?

Layanan cloud AI adalah layanan komputasi berbasis cloud untuk menjalankan, melatih, dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan tanpa membangun infrastruktur.

Siapa CEO perusahaan baru hasil kerja sama Google dan Blackstone?

Google menunjuk Benjamin Treynor Sloss sebagai CEO perusahaan baru di bidang cloud AI tersebut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More