Singapore, FORTUNE – IBM menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) telah bertransformasi dari sekadar konsep menjadi solusi yang benar-benar digunakan di dunia industri dalam ajang IBM Think Singapore. Melalui berbagai demonstrasi di Industry 4.0 Studio, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu memperlihatkan penerapan AI untuk manufaktur, utilitas, hingga layanan tanggap darurat.
Berbagai solusi yang dipamerkan menggabungkan AI, computer vision, Internet of Things (IoT), mixed reality, hingga agentic AI. "Semua solusi yang Anda lihat hari ini bukan sekadar prototype, kata Country Leader & Managing Partner IBM Consulting Singapore, Balasubrahmanyam Pappu di Singapura, Senin (20/7).
Ia menyatakan, “Beberapa di antaranya sudah digunakan oleh klien kami dalam operasional sehari-hari. Artinya, perusahaan dapat membawa solusi ini ke organisasinya masing-masing dan langsung mengimplementasikannya karena teknologinya telah terbukti berjalan di lingkungan produksi.”
Salah satu demonstrasi yang ditampilkan adalah solusi untuk Singapore Civil Defence Force (SCDF). Dengan memanfaatkan AI visual recognition, smart glasses, dan platform IBM Maximo Visual Inspection, sistem mampu memantau kesiapan peralatan penyelamatan secara real-time melalui representasi digital tiga dimensi.
Teknologi ini juga memungkinkan petugas di lapangan memperoleh panduan langsung dari para ahli melalui fitur remote assistance yang mendukung anotasi visual secara langsung dalam panggilan video, sehingga proses penanganan insiden menjadi lebih cepat dan akurat.
IBM juga mendemonstrasikan penerapan AI untuk industri manufaktur melalui kerja samanya dengan Ford dan SMART Modular Technologies. Pada lini produksi otomotif, AI digunakan untuk memeriksa secara otomatis apakah komponen pintu kendaraan telah terpasang dengan benar saat mobil bergerak di jalur perakitan.
Sementara pada industri semikonduktor, sistem IBM Maximo Visual Inspection yang dipadukan dengan collaborative robot (cobot) mampu mendeteksi lebih dari 15 jenis cacat pada modul memori, sehingga meningkatkan kualitas produksi sekaligus mengurangi potensi produk cacat lolos ke tahap berikutnya.
