Jakarta, FORTUNE – Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS),Intel berencana menghimpun dana hingga sekitar US$15 miliar atau sekitar Rp266 triliun (asumsi kurs Rp17.795 per dolar AS) melalui penjualan saham. Langkah ini dilakukan untuk membiayai ekspansi bisnis manufaktur chip kontrak atau foundry yang membutuhkan investasi besar.
Mengutip Reuters, Senin (10/8),aksi tersebut dilakukan saat harga saham perusahaan melonjak tajam seiring dengan upaya transformasi dan pemulihan bisnis Intel.
Sementara Bloomberg, mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, melaporkan nilai penawaran saham Intel berpotensi dinaikkan menjadi sekitar US$20 miliar. Harga penawaran diperkirakan mulai dari US$95 per saham, atau sekitar 2,6 persen lebih rendah dibandingkan harga penutupan saham Intel pada Senin yang mencapai US$97,52.
Permintaan investor disebut telah melampaui US$100 miliar. Nilai transaksi bahkan berpotensi menembus US$20 miliar apabila opsi over-allotment atau greenshoe digunakan sepenuhnya. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut. Intel juga belum dapat memberikan tanggapan.
Saham Intel telah turun lebih dari 4 persen pada perdagangan Senin. Meski demikian, hingga penutupan terakhir, saham Intel telah hampir tiga kali lipat sepanjang tahun ini. Kinerja tersebut bahkan melampaui sejumlah pesaingnya, termasuk AMD dan Nvidia, serta indeks Philadelphia Semiconductor yang naik hampir 75 persen.
Kenaikan harga saham tersebut turut memperbesar peluang Intel untuk melakukan aksi penghimpunan modal guna mendukung rencana ekspansi.
Russ Mould, Investment Director di AJ Bell, menilai keputusan Intel menghimpun dana melalui pasar modal cukup masuk akal mengingat karakter bisnis semikonduktor yang membutuhkan modal besar.
Menurut dia, Intel sebelumnya menghadapi tekanan keuangan setelah menghabiskan sekitar US$82 miliar untuk pembelian kembali saham (share buyback) sepanjang dekade 2010-an. Kini, ketika harga saham telah meningkat sekitar lima kali lipat sejak Agustus tahun lalu, perusahaan memiliki momentum yang lebih baik untuk mencari tambahan modal.
