Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Komdigi: Dari 3.208 BTS di Aceh, Hanya 7 Belum Diperbaiki

ilustrasi BTS (Base Transceiver Station) (freepik.com/aopsan)
ilustrasi BTS (Base Transceiver Station) (freepik.com/aopsan)
Intinya sih...
  • Integrasi jaringan di wilayah tersebut menjanjikan.
  • Pemulihan infrastruktur hampir rampung.
  • Warga diharapkan dapat tetap terhubung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memprioritaskan pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh. Hingga saat ini, pemulihan infrastruktur hampir rampung guna menjamin warga tetap terhubung dan memiliki akses informasi darurat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa dari total 3.208 base transceiver station (BTS) di Aceh, kini hanya tersisa 7 BTS yang masih dalam proses perbaikan. Meski terdapat kerusakan fisik, integrasi jaringan di wilayah tersebut telah menunjukkan hasil signifikan.

“Konektivitas di Aceh sudah 95 persen untuk seluruh operator dan beroperasi dengan uptime yang cukup tinggi. Kami berharap ini membantu warga tetap terhubung,” ujar Meutya dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (6/1).

Pemulihan ini tidak dapat diremehkan mengingat BTS merupakan tulang punggung komunikasi nirkabel yang menghubungkan perangkat gawai dengan jaringan operator. Sebelumnya, proses perbaikan pasca-banjir dan tanah longsor di Aceh sempat terkendala oleh terbatasnya pasokan listrik serta akses transportasi ke lokasi infrastruktur.

Di sisi lain, Komdigi melaporkan bahwa kualitas layanan internet nasional sepanjang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 stabil dan aman. Laporan ini disampaikan dalam penutupan Posko Bersama Pemantauan Kualitas Layanan Telekomunikasi di Bandung, Senin (5/1).

Komdigi menyatakan telah memantau 35 posko Unit Pelaksana Balai Monitor serta 255 posko operator seluler, dan menyaksikan jaringan tetap mampu menangani lonjakan trafik selama puncak liburan.

Hasil pengukuran di 104 kabupaten/kota dari 35 provinsi mencatatkan kecepatan internet rata-rata nasional 80,58 Mbps untuk unduh (download) dan 35,36 Mbps untuk unggah (upload).

“Angka ini menunjukkan jaringan tetap mampu melayani peningkatan trafik selama puncak liburan,” kata Meutya.

Keberhasilan menjaga stabilitas jaringan selama periode Nataru (19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026) akan dijadikan parameter evaluasi oleh pemerintah. Komdigi bersama seluruh operator seluler berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan demi menyambut momentum besar berikutnya.

“Ini menjadi bahan evaluasi agar layanan publik ke depan semakin siap, termasuk saat libur Lebaran,” ujar Meutya.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Tech

See More

Telkomsel Tetapkan Lionel Chng sebagai Direktur Marketing Baru

07 Jan 2026, 16:16 WIBTech