Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Krisis Chip Memori Apple, Alarm Bahaya bagi Industri Teknologi
concept trailer chip A20 Pro (youtube.com/Same Tech)
  • Lonjakan kebutuhan memori untuk infrastruktur AI menekan pasokan Apple bagi iPhone 18 Pro dan Mac, berisiko memperpanjang waktu tunggu produksi maupun pengiriman.
  • Proses pengemasan prosesor A20 dengan memori di TSMC turut terkendala ketersediaan chip, sementara Apple menguji memori CXMT dari Cina sebagai sumber alternatif.
  • Gartner memproyeksikan biaya memori dan penyimpanan naik hingga 130 persen pada akhir 2026, menekan pengiriman perangkat global serta mendorong harga dan waktu tunggu lebih tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNEKrisis pasokan chip memori yang dipicu lonjakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai menekan produsen perangkat elektronik global. Apple, salah satu perusahaan dengan daya tawar terbesar dalam rantai pasok teknologi, juga dilaporkan kesulitan mendapatkan pasokan memori untuk perangkat generasi berikutnya.

Melansir Computerworld, Apple bersama mitra manufakturnya masih berupaya mengamankan pasokan chip memori yang cukup untuk seri iPhone 18 Pro. Perusahaan disebut optimistis dapat memenuhi permintaan awal saat perangkat tersebut diluncurkan. Namun, Apple menghadapi risiko waktu tunggu yang lebih panjang jika persediaan di tingkat ritel cepat habis.

Kendala pasokan itu juga berkaitan dengan proses produksi chip terbaru Apple. Prosesor A20 akan dikemas bersama memori menggunakan proses baru dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). Kondisi tersebut membuat sejumlah prosesor disebut sudah tersedia, sementara proses pengemasannya masih menunggu ketersediaan chip memori yang memadai.

Masalah pasokan tidak hanya berpotensi menghambat produksi iPhone. Computerworld juga mencatat laporan mengenai keterlambatan pengiriman sejumlah komputer Mac. Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa beberapa pesanan Mac baru bahkan baru dapat diterima pelanggan pada September.

Kesulitan yang dihadapi Apple tersebut menunjukkan tekanan pasokan yang lebih luas di industri perangkat elektronik. Sebagai salah satu pembeli komponen teknologi terbesar, tingginya kebutuhan Apple membuat gangguan pasokan yang dialaminya berpotensi menjadi sinyal bahwa produsen teknologi lainnya juga akan menghadapi tekanan serupa.

Pada Februari 2026, Gartner telah memperingatkan bahwa kenaikan biaya memori dapat menekan pengiriman komputer dan ponsel pintar global. Lembaga riset tersebut memproyeksikan pengiriman komputer turun 10,4 persen dan ponsel pintar merosot 8,4 persen pada 2026.

Ranjit Atwal, Direktur Analis Senior Gartner, saat itu mengatakan kenaikan harga komponen dapat mengubah pola pembelian perangkat.

“Ini merupakan kontraksi pengiriman perangkat paling tajam yang terjadi dalam lebih dari satu dekade. Harga yang lebih tinggi akan mempersempit pilihan perangkat yang tersedia, mendorong konsumen menggunakan perangkat mereka lebih lama, dan pada akhirnya mengubah pola pergantian perangkat secara mendasar," ujar Ranjit

Gartner juga memperkirakan harga gabungan memori dan penyimpanan solid-state dapat melonjak 130 persen hingga akhir 2026, yang kemudian berpotensi mendorong kenaikan harga perangkat.

Data terbaru dari sejumlah lembaga riset seperti IDC, Gartner, Counterpoint, dan Omdia memang menunjukkan penurunan pasar komputer global pada 2026, meski estimasinya berada di kisaran 4 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap industri tidak lagi hanya berasal dari harga, tetapi mulai merambah ketersediaan komponen.

AI mengubah prioritas industri memori

Di tengah tekanan tersebut, Apple dilaporkan mulai menguji sumber pasokan alternatif dari Cina. Melansir The Wall Street Journal, Apple tengah menguji chip memori dari ChangXin Memory Technologies (CXMT) untuk sejumlah produk iPhone dan MacBook. Langkah tersebut ditempuh untuk meredam tekanan pasokan yang dipicu lonjakan permintaan akibat perkembangan AI.

Lonjakan kebutuhan memori tidak terlepas dari ekspansi komputasi AI. Perusahaan teknologi berlomba membangun pusat data dan meningkatkan kapasitas komputasi untuk menjalankan model AI, sehingga pasokan memori untuk perangkat konsumen harus bersaing dengan kebutuhan sektor pusat data.

Apple sendiri sebelumnya telah mengakui tekanan tersebut. CEO Apple, Tim Cook, mengatakan kenaikan harga komponen memori dan penyimpanan telah membuat kenaikan harga produk menjadi sulit dihindari.

“Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami berupaya sebaik mungkin untuk mengurangi kenaikan besar yang dibebankan kepada kami dan telah berusaha melindungi pelanggan dari kenaikan tersebut, tetapi situasinya sudah tidak berkelanjutan," ujarnya, mengutip MacRumors.

Laporan Global Electronics Association menunjukkan 62 persen produsen elektronik telah menghadapi keterbatasan ketersediaan komponen atau waktu tunggu yang lebih panjang. Sebanyak 82 persen perusahaan juga memperkirakan harga komponen akan meningkat, termasuk 33 persen yang memperkirakan kenaikan signifikan.

Dampaknya mulai merembet ke berbagai perangkat, termasuk peralatan jaringan, penyimpanan eksternal, dan perangkat rumah pintar. Ketika persediaan yang tersedia semakin menipis, konsumen dan perusahaan berpotensi menghadapi waktu tunggu yang lebih panjang serta harga yang lebih tinggi.

Kombinasi kenaikan biaya dan keterbatasan pasokan berpotensi mengubah pola industri perangkat elektronik. Konsumen dapat menunda pembelian karena harga lebih tinggi, sementara produsen harus menyesuaikan spesifikasi, harga, maupun strategi persediaan. Di sisi lain, perusahaan besar memiliki lebih banyak pilihan untuk mempertahankan konsumen. Apple, misalnya, mulai memperluas skema pembiayaan, tukar tambah, dan pembelian kembali perangkat agar harga perangkat baru lebih mudah dijangkau.

Counterpoint mencatat sejumlah produsen juga mengambil langkah serupa. "Produsen perangkat memperluas program pembiayaan, tukar tambah, dan pembelian kembali untuk meningkatkan keterjangkauan. Samsung juga telah memperluas program Galaxy Forever ke sejumlah pasar untuk membuat perangkat unggulan lebih mudah diakses," ujar Harshit Rastogi dari Counterpoint.

Curated For You

Editorial Team

Related Article