Comscore Tracker
TECH

Akun IG Kemenparekraf Diretas, Sandiaga: Keamanan Siber RI Rentan

Kasus peretasan masih terjadi pada awal 2022.

Akun IG Kemenparekraf Diretas, Sandiaga: Keamanan Siber RI RentanMenteri Sandiaga Uno berbincang dengan salah satu penenun di Creative Hub labuan Bajo. (Dok. kemenparekraf)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menanggapi kasus akun Instagram Kemenparekraf yang sempat diretas. Dia pun menyoroti masalah keamanan siber RI.

Akun @kemenparekraf.ri dengan pengikut lebih dari 860 ribu itu tiba-tiba menghilang pada Rabu (9/3) malam dan tidak dapat diakses.

“Kejadian ini adalah bukti rentannya sistem pertahanan siber Indonesia. Ini yang harus kita lakukan pembenahan,” begitu pernyataan resmi Sandiaga melalui akun IG pribadinya, Kamis (10/3).

Dalam sektor digital, menurutnya, tiga setidaknya perlu mendapatkan perhatian lebih, yaitu: keamanan siber, pembayaran, dan financial technology (fintech). “Isu ini sudah saya wanti-wanti dan sudah saya sampaikan setahun terakhir,” katanya.

Namun, akun dimaksud pada hari ini (11/3) sudah kembali dapat diakses.

Kasus peretasan sepanjang 2022

Kasus peretasan (dan kebocoran data) di Indonesia seperti tak kunjung usai. Sebelumnya, situs Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan diduga diretas sehingga berdampak ke kebocoran data. Hal tersebut usai akun Twitter DarkTracer mengunggah informasi ratusan ribu data kredensial di situs gelap.

“Berdasarkan investigasi kami, situs DJP dipastikan aman dan dapat diakses sebagaimana biasanya. Kebocoran data diduga berasal dari perangkat pengguna yang terinfeksi malware kemudian digunakan untuk masuk ke situs pemerintahan,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor, dalam keterangan resmi, Jumat (4/3).

Bank Indonesia (BI) juga mengalami kasus sama. Data 74GB miliknya diduga bocor setelah digaungkan via Twitter oleh DarkTracer.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, memastikan telah memperkuat perangkat keamanaan usai kasus tersebut. Menurutnya, hingga saat ini pelaksanaan tugas bank sentral, yang meliputi pembayaran serta operasi keuangan pemerintah, tak terdampak lantaran berada di platform yang berbeda.

Lalu, data pasien rumah sakit yang tersimpan pada server milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bocor dan bahkan diduga diperjualbelikan di situs gelap Raidforums. 

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi, mengatakan Kominfo telah berkomunikasi dengan Kemenkes, dan akan mulai melakukan proses penelusuran lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

Related Articles