xAI Raih Pendanaan Rp335 Triliun di Tengah Kecaman atas Deepfake Grok

- Grok 5 saat ini sedang dalam tahap pelatihan.
- xAI baru-baru ini berhasil menjalin kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS.
- Perolehan ini melampaui target awal perusahaan yang semula dipatok US$15 miliar.
Jakarta, FORTUNE - xAI, perusahaan kecerdasan buatan (AI) rintisan Elon Musk, sukses mengumpulkan dana segar US$20 miliar atau lebih dari Rp335 triliun dalam putaran pendanaan terbaru. Perolehan ini melampaui target awal perusahaan yang semula dipatok US$15 miliar.
Suntikan modal jumbo dalam putaran Seri E ini didukung oleh deretan investor kelas berat. Nama-nama besar seperti Nvidia, Cisco Investment, hingga Qatar Investment Authority tercatat sebagai peserta. Selain itu, Fidelity Management and Resource Company, Valor Equity Partners, Stepstone Group, MGX, dan Baron Capital Group juga turut memperkuat posisi finansial xAI.
Pihak manajemen menyatakan dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat peningkatan infrastruktur serta mengembangkan lini produk AI yang lebih mutakhir. Fokus utama perusahaan saat ini mencakup pelatihan model terbaru dan peluncuran layanan inovatif untuk pasar konsumen maupun korporasi.
“Ke depan, Grok 5 saat ini sedang dalam tahap pelatihan, dan kami fokus pada peluncuran produk konsumen dan perusahaan baru yang inovatif yang memanfaatkan kekuatan Grok, Colossus, dan X untuk mengubah cara kita hidup, bekerja, dan bermain,” demikian pernyataan manajemen X melalui laman resminya, dikutip Rabu (7/1).
Meski dibayangi isu miring, daya tawar xAI pada pasar strategis tetap menguat. Menurut sumber CNBC, xAI baru-baru ini berhasil menjalin kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS guna mengintegrasikan Grok ke dalam platform agen AI militer.
Di sisi lain, laporan Business Today menunjukkan performa pasar yang solid dengan capaian lebih dari 30 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Keunggulan Grok terletak pada kemampuannya mengakses informasi secara waktu nyata (real-time) dari tren dan unggahan pada platform X, fitur yang menjadi pembeda utama dibandingkan model AI lainnya.
Namun, kesuksesan finansial ini berjalan beriringan dengan tantangan hukum yang serius. Chatbot Grok menuai kecaman luas setelah kedapatan menghasilkan konten visual seksual tanpa persetujuan yang melibatkan perempuan serta anak di bawah umur.
Buntut dari skandal tersebut, otoritas di Prancis, India, dan Malaysia kini meluncurkan gelombang penyelidikan regulasi terhadap perusahaan. Kasus ini menjadi sorotan tajam di tengah ambisi xAI membangun pusat data raksasa di Memphis, Tennessee.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang ada, xAI tetap fokus pada misi besarnya untuk "Memahami Alam Semesta". Dengan modal yang melimpah, perusahaan milik Musk ini diprediksi akan terus menekan batas inovasi AI sembari berupaya menavigasi hambatan regulasi yang kian ketat di kancah internasional.


















