Otomasi Pabrik Hyundai: Robot Atlas Siap Rakit Kendaraan

- Hyundai Motor Group akan gunakan robot humanoid di pabrik-pabriknya mulai 2028.
- Robot Atlas akan mengambil alih tugas-tugas industri dan membantu mengurangi beban fisik pada pekerjaan manusia.
- Perusahaan lain seperti Amazon, Tesla, dan BYD juga berencana menggunakan robot humanoid.
Jakarta, FORTUNE - Hyundai Motor Group mengumumkan akan meluncurkan robot humanoid secara massal di pabrik-pabriknya mulai 2028. Dengan begitu, raksasa otomotif Korea Selatan tersebut berdiri dalam posisi persaingan teknologi otomasi bersama Tesla dan Amazon.
Menurut BBC, Hyundai sebelumnya telah memamerkan Atlas—robot humanoid yang dikembangkan oleh anak perusahaannya, Boston Dynamics—pada ajang Consumer Electronics Show (CES), Las Vegas. Hyundai berencana mengintegrasikan Atlas pada seluruh jaringan globalnya, termasuk fasilitas manufaktur di Georgia, Amerika Serikat.
Penggunaan robot ini bertujuan mengurangi beban fisik pekerja serta menangani tugas-tugas berbahaya di lingkungan industri. Sebagai robot yang dirancang otonom, Atlas diharapkan mampu bekerja berdampingan dengan manusia dalam mengelola mesin pabrik.
Berdasarkan laporan Korea Times, Hyundai Motor Group menargetkan kapasitas produksi tahunan mencapai 30.000 unit robot pada 2028. Target ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mempercepat komersialisasi teknologi robotika pada berbagai bidang.
“Dimulai dari Atlas, robot humanoid pertama yang diproduksi masal untuk keperluan industri, kami akan memperluas kehadiran robotika kami ke lebih banyak industri dan bidang komersial,” demikian manajemen Hyundai, dikutip dari Korea Times, Selasa (6/1/2026).
Menurut sumber Axios, peran Atlas akan dikembangkan secara bertahap. Pada tahap awal, robot ini akan ditugaskan menyusun urutan komponen (component sequencing), sebelum nantinya dilatih merakit komponen kendaraan secara utuh pada 2030.
Rencana implementasi robotika ini mempertegas komitmen investasi Hyundai dengan nilai total US$26 miliar di Amerika Serikat. Investasi raksasa tersebut mencakup pembangunan pabrik baja baru di Louisiana serta perluasan kapasitas produksi kendaraan di Georgia yang akan menjadi basis operasional robot-robot ini.
Hyundai Group, yang memegang saham mayoritas di Boston Dynamics, terus memperkuat efisiensi industrinya. Sebelumnya, mereka telah sukses mengoperasikan "Spot", robot berbentuk anjing yang digunakan untuk meningkatkan standar keselamatan kerja.
Langkah Hyundai ini memperpanjang daftar raksasa industri yang mengadopsi robot humanoid, bersaing dengan Amazon, Tesla, hingga produsen mobil Cina, BYD.
Tesla berencana mengungkap versi terbaru robot "Optimus" pada Februari atau Maret 2026, dengan target produksi pada akhir tahun yang sama. Sementara itu, Mercedes-Benz juga tengah menguji coba robot dari perusahaan robotika Apptronik untuk dioperasikan di beberapa pabriknya di Jerman.


















