Comscore Tracker
TECH

Tren E-commerce Berkelanjutan, Lazada Dorong Produk Ramah Lingkungan

Prinsip berkelanjutan positif bagi bisnis jangka panjang.

Tren E-commerce Berkelanjutan, Lazada Dorong Produk Ramah LingkunganIlustrasi E-commerce. Shutterstock/Robert Kneschke

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Perusahaan e-commerce turut menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan bisnis yang sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Lazada, misalnya, menyampaikan sejumlah aksi strategisnya demi mendukung praktik berkelanjutan dalam ekosistem perdagangan digital.

“Perdagangan digital terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan utama di Asia Tenggara. Karena itu sangat penting bagi perusahaan untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian inti dari strategi untuk membangun ekonomi yang lebih kuat dan lebih hijau,” kata Magnus Ekbom, Chief Strategy Officer Lazada Group, dalam keterangan kepada media, dikutip Senin (25/4).

Lazada baru-baru ini menggelar kampanye LazEarth, menurut Magnus. Aksi tersebut berfokus pada pengurangan limbah plastik pada produk dan kemasan.

Platform e-commerce ini mengutip data yang menunjukkan Asia Tenggara ditaksir menghasilkan lebih dari 31 juta ton limbah plastik per tahun. Sedangkan, 91 persen konsumen menyatakan kekhawatirannya atas permasalahan tersebut.

Menurut Magnus, dalam kegiatan dimaksud, Lazada akan bekerja sama dengan brand dan mitra LazMall untuk membuat produk ramah lingkungan yang mudah diakses dan dikenal oleh konsumen.

Perseroan akan menghadirkan lebih dari 70 brand dan 5.000 produk khususnya dari kategori fesyen dan fast moving consumer goods/FMCG. Produk segmen tersebut dibuat, dikemas, atau dikirimkan dengan mengurangi penggunaan plastik ataupun menggunakan plastik berkualitas lebih baik.  

Inovasi dan kemitraan

Kampanye LazEarth/Dok/Lazada.

Lazada menyebut sejak tahun lalu telah menawarkan paket yang dibuat dari material alternatif yang lebih ramah lingkungan bagi brand yang tergabung dalam layanan Fulfilment by Lazada (FBL). Paket ramah lingkungan ini memanfaatkan kotak karton bersertifikasi FSC yang diisi dengan sobekan kertas daur ulang sebagai pengganti plastik.  

Selain dukungan terhadap perkara limbah plastik, menurut Magnus, perseroan juga menjalin berbagai kemitraan serta melaksanakan sejumlah inisiatif sosial.

Lazada Logistics bisa jadi misal. Unit usaha logistik perseroan ini bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya  PT Smoot Motor Indonesia (Smoot) untuk memperkenalkan #BlueVehicle, armada pengiriman elektrik yang praktis dan ramah lingkungan.

Kolaborasi ini memberikan akses penggantian baterai di ratusan lokasi strategis di Jakarta bagi mitra kurir Lazada Logistics, yang memungkinkan mereka untuk mengganti baterai dengan cepat dan melakukan pengiriman paket secara tepat waktu. 

“Kami sadar bahwa keberlanjutan dan penciptaan nilai akan menjadi sangat penting  bagi kesuksesan jangka panjang kami,” ujar James Chang, Chief Business Officer Lazada Group dalam kesempatan sama.

Komitmen e-commerce soal berkelanjutan

Ilustrasi Gaya Hidup Berkelanjutan. Shutterstock/svitlini

Lazada bisa jadi perusahaan yang ambil bagian dalam tren e-commerce yang mendukung prinsip bisnis berkelanjutan. Sejumlah e-commerce dalam negeri tercatat turut merintis upaya bisnis hijau.

PT Global Digital Niaga (Blibli.com) berikhtiar untuk mewujudkan praktik bisnis sesuai dengan kaidah environmental, sustainability, and business (ESG). Menurut VP Public Relations Blibli, Yolanda Nainggolan, prinsip ESG secara strategis dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas operasional.

Blibli memiliki program Blibli Cinta Bumi yang menghadirkan tiga lokasi drop box bagi pengunjung untuk menaruh kemasan kosong kosmetik. Dalam penerapannya, pengunjung mendapatkan token untuk bermain gim dengan hadiah dan produk alat kecantikan. Di sisi lain, seluruh sampah kosmetik itu akan diolah menjadi barang baru dengan mitra-mitra Blibli dengan melibatkan komunitas perempuan, difabel, dan pengungsi.

Blibli melalui program Cinta Bumi “Surabaya X Beauty”, misalnya, telah mengumpulkan 17 ribu sampah domestik, terdiri dari 12 ribu kemasan produk kecantikan serta hampir 5 ribu kardus untuk didaur ulang. “Ini menjadi motivasi lebih bagi Blibli untuk memperluas dampak positif kampanye, sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat agar menjaga lingkungan dan menjalankan gaya hidup eco-friendly secara menyeluruh,” kata Yolanda, seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/4).

Sementara itu, Shopee sempat bekerja sama dengan Unilever tahun lalu dalam inisiatif program “Rumah Bersih, Indonesia Lestari”, yakni mengedukasi konsumen untuk mempertimbangkan empat aspek dalam memilih produk, yakni sumber bahan baku, manfaat sosial, lingkungan lestari, dan tujuan (purpose).

“Kami percaya perubahan yang sesungguhnya hanya bisa terjadi melalui kolaborasi. Portofolio produk home care Unilever di Indonesia adalah yang kedua terbesar di seluruh dunia, sementara Shopee juga merupakan platform e-commerce yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia,” kata Putri Lukman, Head of FMCG Shopee Indonesia.

Riset Kantar menunjukkan jumlah konsumen Indonesia yang lebih peduli terhadap produk ramah lingkungan meningkat 112 persen dari 2019 ke 2020. Warga juga kian menyadari pentingnya mempraktikkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, dengan 86 persen mulai mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, dan 74 persen memilih brand yang memiliki kepedulian sosial. 

Related Articles