Jakarta, FORTUNE – Gelombang investasi di industri kecerdasan artifisial (AI) ikut mengubah strategi pendanaan perusahaan teknologi dan investornya. SoftBank Group Corp. menjadi salah satu yang memanfaatkan pasar surat utang untuk menopang ekspansi investasinya, termasuk komitmen pendanaan kepada OpenAI.
Melansir Reuters, SoftBank meluncurkan penerbitan senior unsecured notes senilai sekitar US$11,15 miliar atau setara Rp198,6 triliun. Berdasarkan term sheet, penerbitan tersebut terdiri atas obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat senilai US$10 miliar dan euro sebesar €1 miliar.
Dana hasil penerbitan terutama akan digunakan untuk memenuhi pembayaran US$10 miliar dalam tahap ketiga investasi lanjutan SoftBank di OpenAI. Transaksi tersebut dijadwalkan rampung pada 1 Oktober 2026. Sebagian dana juga dialokasikan untuk kebutuhan korporasi umum.
Penerbitan surat utang itu sekaligus akan menggantikan fasilitas pinjaman jangka pendek (bridge loan) senilai US$10 miliar yang sebelumnya diperoleh SoftBank untuk mendanai investasi OpenAI. Obligasi dolar tersebut memiliki tenor 3,5 tahun, 5,5 tahun, dan 7,5 tahun, sedangkan surat utang euro memiliki tenor empat tahun dan enam tahun. Harga obligasi dijadwalkan ditetapkan pada 24 September dan penyelesaian transaksi pada 29 September 2026.
Jika terealisasi sesuai target, transaksi tersebut akan menjadi penerbitan obligasi korporasi nonkeuangan terbesar di kawasan Asia Pasifik dan Jepang. Nilainya akan melampaui penerbitan senilai US$10,93 miliar oleh 7-Eleven pada Januari 2021.
Langkah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan modal di balik ekspansi bisnis AI. SoftBank sebelumnya telah berkomitmen menambah investasi US$30 miliar di OpenAI melalui tiga tahap masing-masing US$10 miliar sepanjang 2026. Tahap pertama telah diselesaikan pada April, sedangkan tahap kedua terealisasi pada Juli. Tahap ketiga menjadi komitmen yang dijadwalkan selesai pada Oktober.
Setelah seluruh rangkaian investasi tersebut rampung, total investasi kumulatif SoftBank di OpenAI diperkirakan mencapai US$64,6 miliar dengan kepemilikan sekitar 13 persen. Angka tersebut mencakup investasi SoftBank sebelumnya sebesar US$34,6 miliar sejak September 2024 serta tambahan US$30 miliar yang disepakati pada 2026.
Dari sisi risiko pembiayaan, Fitch Ratings memberikan peringkat BB+ untuk surat utang yang diusulkan. Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan leverage SoftBank meningkat seiring pemenuhan komitmen investasinya. Namun, SoftBank dinilai masih memiliki likuiditas yang memadai dan akses ke pasar utang.
Kebutuhan pendanaan SoftBank juga berlangsung ketika pasar surat utang mulai semakin memperhatikan besarnya kebutuhan modal yang muncul dari ekspansi AI. Penerbitan utang perusahaan yang berkaitan dengan AI menghadapi tuntutan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan pasar korporasi secara umum, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap besarnya kebutuhan pembiayaan infrastruktur AI di masa mendatang.
Komitmen SoftBank terhadap OpenAI merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperbesar eksposur terhadap ekosistem AI. Pada Februari 2026, SoftBank mengumumkan komitmen investasi US$30 miliar dalam putaran pendanaan OpenAI bersama investor besar lainnya. OpenAI pada saat yang sama mengumumkan pendanaan baru US$110 miliar dari SoftBank, Nvidia, dan Amazon untuk memperkuat kapasitas komputasi dan pengembangan AI.
