Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
55 Tahun Bodrex, Tempo Scan Jaga Relevansi Brand Legendaris
Dok. bodrex - Tempo Scan
  • Bodrex, merek obat bebas Tempo Scan sejak 1971, menjaga relevansi lintas generasi melalui pembaruan komunikasi di tengah perubahan perilaku konsumen dan media.
  • Divisi Consumer Products & Cosmetics Tempo Scan mencatat penjualan Rp4,86 triliun pada 2025, tumbuh 6,7 persen tahunan dan menyumbang 34,7 persen penjualan konsolidasian.
  • Kampanye 2026 “Pasukan bodrex 5 Menit Jeda” mengajak masyarakat beristirahat singkat, didukung booth di tiga kota, kompetisi digital, serta figur publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Lima puluh lima tahun berada di pasar Indonesia membuat bodrex bukan sekadar merek obat bebas yang dikenal lintas generasi. Di bawah PT Tempo Scan Pacific Tbk, bodrex telah menjadi salah satu aset merek yang perlu terus dijaga relevansinya ketika perilaku, kebutuhan, dan ekspektasi konsumen berubah. Bodrex sendiri mencatat sejarah komersial sejak 1971, obat bebas ini digunakan untuk meredakan sakit kepala dan berbagai keluhan nyeri.

Selama 55 tahun, bodrex telah melewati berbagai perubahan perilaku konsumen dan lanskap media, dari era iklan televisi hingga kampanye digital. Bagi Tempo Scan, keberlanjutan merek tidak hanya bergantung pada usia dan tingkat pengenalan, tetapi juga kemampuan menjaga relevansinya di tengah perubahan pasar.

Upaya tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan bisnis Consumer Products & Cosmetics (CPC) Tempo Scan. Pada 2025, divisi ini membukukan penjualan Rp4,86 triliun, naik 6,7 persen secara tahunan dan berkontribusi 34,7 persen terhadap penjualan konsolidasian perseroan. Dari angka tersebut, penjualan kelompok Consumer Products mencapai Rp3,82 triliun atau tumbuh 4,5 persen, sedangkan kelompok Cosmetics mencatat pertumbuhan 15,5 persen menjadi Rp1,04 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan pentingnya portofolio merek bagi bisnis Tempo Scan. Di dalam ekosistem CPC terdapat sejumlah merek yang telah lama hadir di pasar Indonesia, termasuk bodrex yang telah menemani konsumen selama lebih dari setengah abad.

Namun, mempertahankan merek legendaris di tengah perubahan konsumen membutuhkan lebih dari sekadar mengandalkan tingkat pengenalan merek. Komunikasi harus terus diperbarui agar tetap relevan dengan keseharian konsumen saat ini.

Menariknya, istilah “Pasukan bodrex” sendiri bukan sepenuhnya konsep baru yang muncul dalam kampanye 2026. Jauh sebelum bodrex menggunakan nama tersebut untuk rangkaian program sosialnya, “pasukan bodrex” sudah dikenal melalui iklan televisi lama. Elemen “pasukan” dalam komunikasi bodrex juga bukan hal baru. Sejak era 1980-an, iklan televisi bodrex telah menampilkan sekelompok pasukan berseragam yang datang berbaris untuk mengatasi sakit kepala.

Elemen tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas komunikasi bodrex selama puluhan tahun, sebelum nama “Pasukan bodrex” digunakan sebagai program resmi sejak 2006 melalui program bodrex Reaksi Cepat. Menurut situs resmi bodrex, program tersebut menjadi awal rangkaian kegiatan sosial yang kemudian berkembang ke berbagai bentuk aksi kemanusiaan.

Dari sisi branding, kesinambungan tersebut menarik. Sebuah elemen yang awalnya muncul dalam iklan produk kemudian berkembang menjadi identitas yang digunakan untuk aktivitas merek di luar komunikasi produk.

Hal itu memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah brand heritage tidak selalu berada pada logo atau slogan. Karakter, simbol, cerita, dan bahkan potongan adegan iklan yang tertanam dalam ingatan publik dapat menjadi aset komunikasi yang bertahan lebih lama daripada satu kampanye.

Strategi peremajaan merek

Kekuatan komunikasi bodrex juga terlihat dari kemampuannya membangun ingatan melalui iklan. Jingle dan visual pasukan baris-berbaris disebut sebagai salah satu elemen yang memperkuat citra bodrex di pasar obat sakit kepala. Namun, menjadi merek yang dikenal lintas generasi juga membawa persoalan tersendiri. Brand yang terlalu bergantung pada memori masa lalu berisiko semakin jauh dari konsumen muda.

Tempo Scan tampaknya menyadari persoalan tersebut ketika memasuki usia ke-45 bodrex pada 2015. Saat itu, bodrex meluncurkan kampanye “Menangkan Harimu” dengan tagline “Terus Menangkan Harimu” dan secara eksplisit menyasar generasi muda. Strategi serupa yang sama kembali terlihat pada 2026, meski dengan pesan yang berbeda.

Dalam kampanye terbaru bertajuk “Pasukan bodrex 5 Menit Jeda, Kembali Siap untuk Indonesia”, bodrex membawa pesan mengenai pentingnya mengambil jeda di tengah aktivitas masyarakat yang semakin padat. Kampanye tersebut berlangsung pada 21 Agustus hingga 21 Oktober 2026.

Direktur Brand Consumer Marketing Health Care Division PT Tempo Scan Pacific Tbk, Dedy Angkakusuman, mengatakan perjalanan panjang bodrex turut membentuk cara perusahaan melihat kebutuhan konsumennya.

“Perjalanan 55 tahun bodrex mendampingi Indonesia mengajarkan kami bahwa di tengah tuntutan hidup yang semakin cepat, masyarakat tidak hanya butuh solusi yang cepat dan efektif, tetapi juga diingatkan pentingnya jeda," ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (8/9).

Dia menambahkan, pihaknya juga ingin menginspirasi kebiasaan baru di masyarakat. "Mengambil jeda sejenak selama lima menit bukanlah tanda berhenti, melainkan langkah awal untuk kembali siap dengan energi yang lebih optimal," ujarnya, menambahkan.

Pesan itu menunjukkan perubahan cara bodrex menempatkan produknya dalam kehidupan konsumen. Jika komunikasi lama sangat lekat dengan gambaran pasukan yang datang untuk mengatasi sakit kepala, kampanye sekarang bergerak ke persoalan yang lebih luas: bagaimana konsumen tetap mampu menjalani aktivitas setelah menghadapi ritme kehidupan yang semakin cepat.

Kampanye tahun ini pun tidak berhenti pada komunikasi digital. bodrex menghadirkan Experience Booth di Jakarta, Surabaya, dan Bandung yang menyediakan sejumlah aktivitas bagi masyarakat, termasuk pemeriksaan kesehatan dan fasilitas untuk beristirahat sejenak.

Di kanal digital, bodrex juga menggelar kompetisi video berdurasi satu menit melalui microsite dengan total hadiah Rp1 miliar. Selan itu, kehadiran figur publik seperti Rossa, Al Ghazali, dan Chicco juga digunakan untuk membawa pesan kampanye kepada kelompok konsumen yang lebih luas.

Bagi Tempo Scan, aktivitas tersebut berada dalam lanskap bisnis yang lebih besar. Perseroan tidak hanya mengandalkan satu kategori, tetapi membangun portofolio produk di bidang farmasi, nutrisi, consumer products, dan kosmetik. Sejumlah merek yang berada dalam ekosistem bisnisnya antara lain bodrex, hemaviton, MY BABY, Marina, Oskadon, NEO rheumacyl, bodrexin, vidoran, HealthyWay KIDS, Total Care, dan Pure Baby.

Diversifikasi dipandang menjadi kunci ketika persaingan produk konsumen semakin ketat. Merek-merek lama harus berhadapan dengan perubahan preferensi konsumen sekaligus munculnya pemain dan produk baru yang menawarkan pendekatan komunikasi berbeda.

Pada akhirnya, tantangan sebuah merek legendaris bukan hanya bertahan selama puluhan tahun. Selama lebih dari lima dekade, bodrex tidak menggunakan satu pesan untuk semua zaman. Dari citra pasukan dalam iklan televisi lama kemudian diarahkan untuk menjangkau generasi muda, pesan komunikasinya terus bergeser mengikuti konteks konsumen. Yang relatif tetap adalah fondasinya: bodrex ingin dipersepsikan sebagai merek yang membantu konsumen kembali menjalankan aktivitas, tanpa kehilangan ingatan yang membuatnya dikenal oleh generasi sebelumnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article