Jakarta, FORTUNE — Artotel Group optimistis akan prospek industri perhotelan tahun depan. Perusahaan menyatakan tengah menyiapkan ekspansi dengan menambah sekitar 30 hotel dalam pipeline pengembangan pada 2027, terutama menyasar kota-kota di Pulau Jawa, termasuk pasar sekunder yang dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan.
Director Marketing and Communication Artotel Group, Yulia Maria mengatakan hingga akhir 2026, jumlah hotel yang akan dioperasikan grup ditargetkan mencapai 111 unit. Pengembangan portofolio tersebut mencakup sejumlah wilayah, mulai dari Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan.
“Kalau tahun depan ada pipeline lagi, sekitar 30 hotel. Mayoritas masih di Jawa,” ujar Yulia kepada Fortune Indonesia, Jumat (23/10).
Menurut dia, kota-kota sekunder atau tier 2 menjadi salah satu target ekspansi. Strategi tersebut sejalan dengan model bisnis ARTOTEL yang menyasar segmen menengah atau mid-scale, dengan menawarkan keseimbangan antara harga dan kualitas layanan.
Di tengah tantangan pelemahan daya beli konsumen, ia optimistis permintaan konsumen akan kebutuhan akomodasi dan perhotelan akan tetap tinggi dengan potensi permintaan dari berbagai segmen, mulai dari pelaku perjalanan bisnis dan korporasi hingga keluarga serta wisatawan internasional. Selain perjalanan kerja, kebutuhan menginap juga ditopang kegiatan seperti pameran, konser, hingga event olahraga.
“Berbagai kegiatan tersebut dapat meningkatkan permintaan kamar di kota-kota penyelenggara acara. Dalam beberapa kesempatan, hotel di sekitar lokasi acara bahkan full booked karena besarnya jumlah pengunjung,” katanya.
Meski demikian, perusahaan masih menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi dan politik yang sulit diprediksi. Untuk menjaga daya saing, Artotel mengembangkan portofolio sesuai dengan karakter pasar di setiap wilayah.
