Jakarta, FORTUNE - Emiten Grup Triputra, PT Adi Sarada Armada Tbk (ASSA), memperoleh fasilitas kredit senilai Rp600 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).
ASSA dan NISP meneken perjanjian kredit yang terdiri dari faslitas term loan sebesar Rp500 miliar dan fasilitas demand loan sebesar Rp100 miliar. Fasilitas itu bertujuan menambah modal kerja perseroan.
Transaksi tersebut dilakukan pada 8 September 2026. "Dampak kepada perseroan atas tambahan fasilitas kredit yang diterima dari bank: pembelian unit kendaraan untuk disewakan kepada pelanggan perseroan," kata Corporate Secretary, Jerry Fandy Tunjungan dalam keterbukaan informasi, Rabu (9/9).
Selain itu, dengan transaksi tersebut, pendapatan ASSA diharapkan meningkat sehingga kegiatan usaha perseroan dapat berkembang.
Sebelumnya, perseroan juga baru memperoleh tambahan fasilitas kredit dari PT CIMB Niaga senilai Rp40 miliar pada 21 Agustus 2026. Dengan demikian, pinjaman dari CIMB Niaga itu berjumlah Rp100 miliar.
Dana itu salah satunya digunakan untuk ekspansi. Pada 2026, ASSA mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp1,5 triliun. Sebagian besar perseroan gunakan untuk membeli kendaraan baru dan peremajaan armada.
Dari segi kinerja, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,06 triliun, tumbuh 8,1 persen (YoY) pada semester I-2026. Sementara dari sisi profitabilitas, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp271,24 miliar, didukung oleh kinerja operasional yang tetap terjaga. Segmen logistik tetap menjadi kontributor terbesar dengan perolehan pendapatan sebesar Rp1,35 triliun atau tumbuh 13,1 persen (YoY).
Untuk menjaga kinerja positif tersebut, ASSA akan terus memperkuat dan memperluas layanan logistik agar menjadi penyedia layanan end-to-end logistic yang paripurna dan terpercaya. Salah satunya, perseroan telah menyelesaikan pembangunan gudang logistik rantai dingin melalui Coldpsace yang terletak di Pulo Gadung, dengan kapasitas mencapai 20 ribu palet.
"Tren permintaan yang terus berkembang telah membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting bagi Perseroan," kata Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto.
