Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ASSA Raih Tambahan Kredit Rp40 Miliar dari CIMB Niaga, Ini Dampaknya
RUPST ASSA 2026. (Dok. ASSA)
  • ASSA memperoleh tambahan fasilitas pinjaman tetap Rp40 miliar dari CIMB Niaga, sehingga total pokok kredit meningkat dari Rp60 miliar menjadi Rp100 miliar untuk modal kerja.
  • Dana kredit akan dipakai membeli kendaraan yang disewakan kepada pelanggan, dengan target meningkatkan pendapatan dan mendukung pengembangan kegiatan usaha perseroan.
  • Pada semester I-2026, pendapatan ASSA naik 8,1 persen menjadi Rp3,06 triliun; perusahaan juga memperkuat logistik melalui gudang rantai dingin serta pengembangan TMS dan WMS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengantongi suntikan dana tambahan senilai Rp40 miliar dari PT CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Perseroan telah menandatangani perjanjian kredit dengan CIMB Niaga atas tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas pinjaman tetap tersebut. Sebelumnya, jumlah pokoknya mencapai Rp60 miliar. Setelah penambahan itu, jumlah pokok menjadi Rp100 miliar.

"Hal tersebut adalah untuk penambahan modal kerja perseroan," kata Corporate Secretary Adi Sarana Armada, Jerry Fandy Tunjungan dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (24/8).

Setelah transaksi penambahan fasilitas kredit itu, perseroan akan menggunakannya untuk membeli unit kendaraan untuk kemudian disewakan kepada pelanggan. Dengan demikian, pendapatan perseroan akan meningkat sehingga kegiatan usaha akan berkembang.

Dari segi kinerja, ASSA membukukan pendapatan senilai Rp3,06 triliun pada semester-I 2026. Angka itu bertumbuh 8,1 persen (YoY). Segmen logistik berkontribusi terbesar, yakni Rp1,35 triliun, naik 13,1 persen (YoY). Lalu, segmen rental membukukan pendapatan senilai Rp1,04 triliun, meningkat 6,5 persen (YoY).

Dari sisi segmen ekosistem kendaraan bekas, penjualan kendaraan bekas melalui Caroline.id mencatatkan pertumbuhan 8,2 persen (YoY) menjadi Rp565,06 miliar. Sementara itu, bisnis lelang melalui JBA Indonesia masih menghadapi tantangan pasokan kendaraan.

Untuk menjaga kinerja supaya dapat terus berkesinambungan, ASSA tetap fokus memperkuat dan memperluas layanan logistik dari hulu ke hilir. Salah satu caranya, menyelesaikan pembangunan gudang logistik rantai dingin melalui Coldpsace yang terletak di Pulo Gadung, dengan kapasitas mencapai 20 ribu palet.

"Tren permintaan yang terus berkembang telah membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting bagi perseroan," Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto dalam keterangannya pada akhir Juli 2026.

Di samping itu, seluruh integrasi layanan logistik juga semakin diperkuat dengan TMS (Transportation Management System) dan WMS (Warehouse Management System) yang terus dikembangkan. TMS adalah perangkat lunak untuk mengelola pengiriman barang, termasuk pemilihan rute, optimasi armada, dan pelacakan secara real-time. Sementara itu, WMS adalah sistem perangkat lunak untuk mengontrol dan mengoptimalkan aktivitas di dalam gudang, seperti penerimaan barang, penyimpanan, dan pengambilan pesanan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article