Comscore Tracker
BUSINESS

Gojek dan Gogoro Percepat Adopsi Kendaraan Listrik Roda Dua

Gojek dan Gogoro hadirkan 250 motor listrik dan 4 GoStation.

Gojek dan Gogoro Percepat Adopsi Kendaraan Listrik Roda DuaIlustrasi pengemudi Gojek. (Dok.Gojek)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Perusahaan teknologi asal Indonesia, Gojek, bekerja sama mempercepat adopsi kendaraan listrik roda dua di Indonesia dengan perusahaan teknologi global, Gogoro. Wujudnya adalah kemitraan strategis dalam menghadirkan 250 Gogoro Smartscooter dan 4 stasiun baterai swap GoStation yang akan ditempatkan di SPBU Pertamina.

Co-founder dan CEO Gojek, Kevin Aluwi, mengatakan, sebagaimana diberitakan Antara (2/11), kerja sama ini merupakan langkah nyata Gojek untuk menjadi platform netral karbon dan sepenuhnya melakukan transisi kendaraan listrik roda dua pada 2030. 

Kerja sama Gojek dan Gogoro saat ini mencakup dua bidang utama. Pertama, investasi GoTo Group di Gogoro melalui skema private investment in public equity (PIPE), dan kedua kerja sama Gojek, Gogoro, dan Pertamina melalui skema percontohan baterai swap dan uji coba kendaraan Gogoro Smartscooter di Jakarta.

Gogoro optimistis pada kerja sama yang dibangun bersama Gojek

Sementara itu, pendiri dan CEO Gogoro, Horace Luke, menyatakan optimismenya ihwal upaya mewujudkan ekosistem kendaraan listrik roda dua. “Salah satu tantangan terbesar di Indonesia dan di seluruh dunia dewasa ini adalah upaya mentransformasi moda transportasi perkotaan kita ke moda transportasi generasi baru,” ujarnya via Antara.

Moda transportasi generasi baru yang dimaksud adalah kendaraan listrik roda dua yang cerdas, berkelanjutan, serta dapat diakses dan diterima masyarakat luas. Bersama Gojek, Gogoro berencana meningkatkan uji coba menjadi 5.000 kendaraan listrik roda dua dan menghadirkan lebih banyak stasiun baterai swap.

Kerja sama ini sejalan dengan tujuan berkelanjutan

Kerja sama Gojek dan Gogoro sejalan dengan tujuan keberlanjutan Gojek serta upaya mengurangi jejak karbon. Untuk memulainya, pada April 2021 Gojek menerbitkan laporan keberlanjutan pertamanya. Perusahaan pun  membidik target nol emisi pada 2030. Hal ini termasuk rencana transisi 100% armada roda duanya ke bentuk kendaraan listrik.

Untuk itu, Gojek secara aktif terus berupaya mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif, dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hambatan pada penggunaan yang dihadapi mitra pengemudi dan memastikan konsumen memperoleh pengalaman optimal.

Gojek terus berkomitmen pada bisnis berkelanjutan

Kevin Aluwi pernah menyatakan bahwa untuk mewujudkan komitmen keberlanjutannya, Gojek akan melakukan uji coba komersial dengan menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan. Selanjutnya, skala uji coba ini akan meningkat sampai dengan 5000 unit motor listrik dengan jarak tempuh penggunaan hingga satu juta kilometer.

Dalam uji coba komersial ini, kata Kevin, para pengguna Gojek akan dapat memilih layanan kendaraan listrik pada saat menggunakan layanan GoRide, GoFood, GoSend Instant, GoShop, dan GoMart dengan area penjemputan/pengambilan dan pengantaran di Jakarta Selatan. “Kami akan terus mencari solusi teknologi, infrastruktur pendukung, serta terus menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan transisi ke kendaraan listrik dapat berlangsung dengan cepat,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan pengalaman berkendara yang lebih ramah lingkungan juga dialami oleh para pelanggan dan mitra pengemudi. “Sebagai bentuk keseriusan kami, Gojek akan membentuk unit usaha independen yang fokus di kendaraan listrik," kata Kevin, seperti dilansir dari laman resmi Gojek.

Related Articles