Comscore Tracker
BUSINESS

PT INTI Raih Sertifikasi CSIRT dari BSSN

Sertifikasi CSIRT memperkuat bisnis PT INTI.

PT INTI Raih Sertifikasi CSIRT dari BSSNTim CSIRT-INTI. (PT INTI)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI jadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor industri pertama yang berhasil mendapat sertifikasi pembentukan Computer Security Incident Response (CSIRT) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Direktur Bisnis PT INTI, Teguh Adi Suryandono, menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi dasar kapabilitas perusahaan untuk menangani berbagai insiden siber di tengah berjalannya sistem elektronik perusahaan.

“INTI-CSIRT bisa menjadi modal bagi perusahaan untuk pengembangan bisnis dan kerja sama strategis, terutama kaitannya dengan cyber security dan sektor industri lain yang memiliki insiden siber,” katanya dalam keterangan yang diterima Fortune Indonesia, Jumat (5/8).

Menurut Teguh, dalam implementasi tata kelola teknologi informasi yang baik, setiap organisasi wajib memperhitungkan potensi kerentanan atau celah terhadap keamanan informasi yang ada. Maka dari itu, pembentukan Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber INTI perlu segera direalisasikan.

Rentannya keamanan siber perusahaan

Ilustrasi keamanan siber.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyinggung kejahatan penyalahgunaan data sejak 2019. Oleh karenanya, masalah keamanan siber merupakan hal mutlak yang harus diperbaiki pemerintah dalam masa transformasi digital. 

Sertifikasi pembentukan INTI-CSIRT, kata Teguh, akan semakin memperkuat lini bisnis PT INTI. “Secara strategis, INTI-CSIRT merupakan penambahan aset yang sangat berharga, khususnya intangible asset sebagai modal dasar untuk berkiprah di industri digital,” ujarnya.

Sudah lama jadi perhatian PT INTI

Sebelum mendapatkan sertifikasi ini, PT INTI juga sudah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas keamanan siber perusahaan. Hal ini tercatat lewat berbagai penghargaan uang diraih PT INTI terkait tata kelola teknologi informasi, seperti Top IT Improvement dari Business News (2017); The Best IT Data Governance, The Best Data Security, dan The Best Data IT Data infrastructure Data GovAi Awards (2018).

Perusahaan sendiri telah alami berbagai ancaman keamanan siber melalui berbagai instrusion attack yang jumlahnya diperkirakan mencapai 4.000-5.000 serangan tiap bulannya. Kondisi ini jelas mengganggu dan berpotensi menghambat jalannya proses bisnis yang dijalankan perusahaan, terutama di sektor industri.

Apresiasi dari BSSN

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)/PT INTI.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN, Intan Rahayu, mengapresiasi pencapaian sertifikasi pembentukan CSIRT yang didapat PT INTI. Apalagi, sektor industri saat ini perlu fokus pada keamanan praktek siber yang diterapkan pada tiap perusahaan.

“Kami harap INTI-CSIRT dapat menjadi role model bagi CSIRT BUMN lainnya, sekalogus menjadi embrio positif dalam upaya penanganan insiden siber secara organisasi maupun nasional,” ujar Intan dalam keterangannya.

Related Articles