BUSINESS

Strategi Marketing Untuk Memikat Konsumen Gen Z

Gen Z saat ini sudah jadi target utama penjualan.

Strategi Marketing Untuk Memikat Konsumen Gen ZIlustrasi Gen Z. (Pixabay/Sum2000)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

11 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Di zaman digital ini, kehadiran Generasi Z (Gen Z) menjadi cukup penting terlebih di tengah masyarakat yang sudah memasuki usia produktif sehiggagenerasi z menjadi penggerak utama di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, bagi dunia bisnis, keberadaan Konsumen Gen Z harus benar-benar dipahami, termasuk dalam menerapkan Strategi Marketing.

Menurut Pew Statistics, masa Gen Z dimulai pada sekitar 1997 hingga 2010-an. Gen Z merupakan generasi yang tumbuh di dunia yang serba digital dan canggih, jadi tidak aneh jika mereka tech-savvy dan begitu lengket dengan gawai dna mampu menghabiskan waktu setidaknya 3 jam sehari di depan layar ponsel pintar.

Beberapa karakteristik yang dimiliki Gen Z, antara lain lebih mudah untuk berbaur dan bersosialisasi dengan sekitarnya dibandingkan generasi sebelumnya; melek teknologi sehingga mudah untuk mengakses informasi yang diinginkan; lebih cepat dalam mempelajari hal baru; menyukai lingkungan yang memberi mereka ruang untuk tumbuh dan lebih kreatif. Makanya, kebanyakan Gen Z mengincar startup untuk berkarier.

Anda perlu memahami lebih jauh tentang karakteristik Gen Z, agar bisa menerapkan strategi marketing yang tepat dan efektif demi keberhasilan bisnis. Mengutip Glints, berikut ini beberapa strategi marketing yang bisa dilakukan untuk menarik hati Gen Z.

1. Jual pengalaman lebih dari produk

Gen Z adalah salah satu generasi yang paling kebal pada terpaan iklan produk, terutama yang menawarkan jasa dan barang dengan metode hard selling. Hal ini membuat mereka kebal dan tak mempan dengan jargon-jargon iklan yang biasa saja. Mereka butuh sesuatu yang lebiih dari sekadar produk, dan itu adalah pengalaman berbeda saat menggunakan produk itu.

Ada nilai tambah yang diinginkan Gen Z daripada sekadar memahami keunggulan sebuah produk–yang sudah bisa mereka dapatkan dengan berselancar di dunia maya. Inspirasi, nilai, sampai kisah yang penuh makna, bisa jadi magnet tersendiri untuk memikat para Gen Z, sebelum akhirnya terikat pada sebuah produk.

2. Utamakan produk yang ramah gawai

Gen Z sangat dekat dengan dunia maya dan berbagai gawai untuk menjangkaunya. Dengan menjadikan semua promosi yang Anda miliki ke dalam format mobile, mungkin bisa sangat membantu, karena gawai ini yang sangat dekat dan selalu digunakan oleh para Gen Z.

Jika Anda punya situs web untuk memasarkan produk, pastikan versi mobile-nya bekerja dengan baik, apalagi ramah SEO, sehingga situs pencari seperti Google pun bisa membantu promosi yang dilakukan.

Selain konten, pastikan kecepatan situs web Anda secara maksimal. Sebagai info, kunci mencuri perhatian gen Z terletak di 8 detik pertama.