Comscore Tracker
BUSINESS

Usai Keruwetan di Stasiun Manggarai, KAI Lakukan Evaluasi

Penumpukan penumpang terjadi akibat perubahan rute.

Usai Keruwetan di Stasiun Manggarai, KAI Lakukan EvaluasiKRL di Stasiun Manggarai. (Dok. KAI)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – PT Kereta Api Indonesia Commuter akan mengevaluasi aturan baru di stasiun Manggarai pada Selasa (31/5), setelah menerapkan perubahan rute atau Switch Over-5 (SO5). Kebijakan ini pun mengakibatkan terjadinya penumpukan penumpang dan keruwetan luar biasa di stasiun tersebut, sejak Sabtu (28/5).

“Dari hasil evaluasi pagi hari ini, KAI Commuter akan mengatur kembali flow pengguna KRL di Stasiun Manggarai khususnya pengguna yang akan menuju arah Bekasi/Cikarang. Mulai siang ini pukul 12.00 WIB perjalanan KRL Lin Cikarang juga akan dilayani di jalur 8 Stasiun Manggarai,” kata VP Corporate Secretary PT KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan, Selasa (31/5).

Menuutnya, pengoperasian jalur 8 ini merupakan langkah optimalisasi pola transit pengguna di Stasiun Manggarai karena sudah memiliki akses tangga manual, terdapat fasilitas eskalator, dan lift bagi pengguna prioritas.

Langkah yang ditempuh KAI

ilustrasi : KRL

Sebelumnya, Anne menyampaikan bahwa KAI telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi keruwetan yang terjadi di Stasiun Manggarai. Pertama, KAI Commuter akan mengoperasikan 6 kereta listrik (KRL) pengumpan atau feeder dari Stasiun Manggarai untuk mencegah terjadinya penumpukan.

KRL feeder ini beroperasi dengan tujuan Duri, Angke, dan Kampung Bandan, namun pada sore hari, angkutan ini akan beroperasi secara situasional.

Langkah berikutnya, KAI akan menggunakan peron 9 Stasiun Manggarai untuk mengurai penumpukan. “Peron 9 merupakan peron keberangkatan kereta bandara, namun saat situasi peron 6 dan 7 padat, peron tersebut dapat digunakan untuk melayani pengguna KRL,” katanya.

KAI juga akan menggencarkan sosialisasi SO5 kepada masyarakat agar semakin terbiasa. “Sosialisasi edukasi yang paling tepat adalah di atas kereta dan stasiun supaya mereka terinfo ketika di stasiun akan transit di mana, kemudian ketika di KRL mereka juga terinfo,” ujarnya.

Perubahan rute KRL

Sejak Sabtu, banyak penumpang KRL di Stasiun Manggarai memgeluhkan sistem terbaru KAI yang menghauskan penumpang transit akibat penerapan SO5. 

Diketahui, perubahan ini dialami oleh KRL asal Bogor yang saat ini hanya bisa menuju Stasiun Jakarta Kota saja. Sementara KRL Cikarang hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Angke/Kampung bandan, lewat Stasiun Manggarai atau Pasar Senen.

Perjalanan KRL lintas Bogor hanya melayani relasi Bogor/Depok/Nambo - Jakarta Kota pp via Stasiun Manggarai. Sementara itu pola operasi loop line dilayani KRL lintas Cikarang/Bekasi dengan 2 skema yaitu full racket Cikarang/Bekasi pp via Manggarai atau Pasar Senen dan Half Racket Cikarang/Bekasi – Kampung Bandan/Angke pp via Manggarai.

Sedangkan, untuk KRL lintas Rangkasbitung dan lintas Tangerang, perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta, serta KA Jarak Jauh tidak terjadi perubahan. Perjalanan KA lintas Bogor/Depok/Nambo akan dilayani di lantai 2 Stasiun Manggarai peron 10-13, lintas loop line yaitu Cikarang/Bekasi dilayani di lantai dasar peron 6 dan 7, dan perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta dilayani di lantai dasar peron 8 dan 9.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartyanto, mengatakan bahwa perubahan rute ini dilakukan karena pengguna KRL diprediksi akan terus meningkat jumlahnya, sehingga perubahan operasional perlu dilakukan.

“Perubahan pola operasi harus dilakukan, karena adanya pembangunan infrastuktur perkeretaapian yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan para pengguna KRL,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip di laman resmi KAI, Selasa (31/5).

Masyarakat diminta beradaptasi

Ilustrasi : KRL

Didiek berharap, seluruh pengguna KRL dapat segera beradaptasi dengan pola operasi yang baru, misalnya dengan berangkat lebih awal, menggunakan rute KRL alternatif, dan memanfaatkan layanan transportasi terintegrasi pada beberapa stasiun yang sudah terkoneksi dengan angkutan lain.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan, ucap Didiek, KAI juga sudah menambah petugas dan menyiapkan papan petunjuk arah untuk mengarahkan, mengatur antrean, dan membantu beri penjelasan bagi para penumpang. “Evaluasi juga dilakukan secara rutin serta menerapkan langkah-langkah antisipatif agar pelayanan KRL dapat berjalan semakin lancar dan tertib,” ujarnya.

Related Articles