Jakarta, FORTUNE - Tingginya mobilitas wisatawan di Bali tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis logistik. Meningkatnya kebutuhan wisatawan untuk pengiriman oleh-oleh dan barang bawaan ke kota maupun negara asal dinilai mendorong permintaan layanan pengiriman, menciptakan peluang usaha bagi agen logistik lokal.
Chief Retail Officer Lion Parcel,Febri Andika mengatakan, meningkatnya mobilitas wisatawan membuat layanan logistik semakin relevan dalam mendukung aktivitas sektor pariwisata. Menurutnya, kebutuhan pengiriman barang yang terus bertumbuh tidak hanya membuka peluang bagi perusahaan logistik, tetapi juga menciptakan potensi ekonomi baru bagi masyarakat melalui skema kemitraan agen.
“Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel,” ujar Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).
Untuk menangkap peluang tersebut, Lion Parcel memperluas jaringan agen di berbagai daerah wisata, termasuk Bali, guna mendekatkan akses layanan kepada pelanggan. Kehadiran agen dinilai memudahkan wisatawan mengirim barang secara lebih praktis sekaligus memperkuat penetrasi layanan logistik di kawasan dengan aktivitas pariwisata tinggi.
Febri menambahkan, model kemitraan agen juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal. Seiring meningkatnya permintaan pengiriman dari wisatawan domestik maupun mancanegara, usaha agen logistik dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan, khususnya di destinasi wisata utama seperti Bali.
Pengusaha agen Lion Parcel di Bali, Muhammad Ekhsan, mengatakan pihaknya mengalami peningkatan signifikan permintaan pengiriman terutama saat musim liburan dan long weekend. Menurutnya, banyak wisatawan memilih mengirim barang dibanding membawa tambahan bagasi pesawat yang dinilai lebih mahal sekaligus dianggap praktis dan mempermudah kepulangan mereka.
“Permintaan pengiriman meningkat signifikan saat musim liburan. Banyak wisatawan memilih mengirim oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih hemat dan praktis,” ujarnya.
Ia menyebut, tarif pengiriman rute Denpasar–Jakarta yang mulai dari Rp7.000 hingga Rp37.000 per kilogram menjadi salah satu faktor pendorong tingginya penggunaan layanan logistik. Selain Jakarta, Medan dan Makassar menjadi kota tujuan pengiriman domestik terbesar dari Bali.
“Dari situ saya melihat kebutuhan logistik di kawasan wisata memang sangat besar dan terus berulang. Destinasi pengiriman wisatawan domestik pun beragam, termasuk Medan dan Makassar sebagai dua kota destinasi tertinggi,” ujarnya.
Tak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara juga turut mendorong pertumbuhan pengiriman internasional. Produk khas Bali seperti kerajinan tangan, aksesoris, fesyen, hingga suplemen lokal menjadi barang yang paling banyak dikirim ke negara seperti Australia, Malaysia, dan Singapura.
Tingginya permintaan tersebut menjadi peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal. Ekhsan, yang bergabung sebagai agen Lion Parcel sejak 2021, mengaku bisnisnya berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan logistik di kawasan wisata. Selain itu, kombinasi lokasi strategis, promosi digital, dan layanan responsif menjadi faktor utama pertumbuhan usaha.
Dengan meningkatnya tren pengiriman barang wisatawan, sektor logistik diperkirakan akan menjadi salah satu bisnis penunjang pariwisata yang terus bertumbuh di destinasi wisata utama Indonesia.
