BUSINESS

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pemimpin Perempuan di Berbagai Industri

Mendorong pemberdayaan perempuan.

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pemimpin Perempuan di Berbagai IndustriAcara diskusi “Empowering Women” di Jakarta, Kamis (8/6)/Fortune IDN/Desy Y.

by Desy Yuliastuti

09 June 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan konsultan strategi global Kearney dan perusahaan executive search global menggelar acara “Empowering Women,” sebuah forum yang membahas mengenai kebutuhan akan peningkatan representasi perempuan pada posisi kepemimpinan di tempat kerja.

Dalam acara yang diselenggarakan dan didukung oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga diluncurkan buku Empowering Women: A Collection of Thoughts to Advance the Workplace. Buku ini menampilkan kisah-kisah perempuan yang berhasil menembus berbagai batasan untuk menjadi pemimpin yang sukses di bidangnya. 

Partner dan President Director untuk Kearney Indonesia, Shirley Santoso, mengatakan buku ini menjadi sebuah wujud perayaan dari beberapa pemimpin perempuan yang luar biasa dan panutan saat ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, organisasi harus memanfaatkan momentum ini, mengakui bakat besar yang ada di antara anggota mereka, dan mengambil langkah-langkah yang sadar menuju kesetaraan gender. Para pemimpin, terlepas dari jenis kelamin, harus menghapus hambatan sistemik dan menjadi pahlawan keberagaman dan inklusi, dari ruang rapat hingga garis depan.

Dalam sambutan secara virtual, Menko Airlangga menegaskan pemerintah bertekad menghadirkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di berbagai aspek kehidupan dengan tingkat partisipasi angkatan kerja di Februari 2023 mencapai 69,3 persen. 

“Namun berdasarkan gender partisipasi perempuan tercatat sebesar 54,42 persen walau ini meningkat 0,2 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya,

Menko menambahkan, secara global partisipasi perempuan dalam top management masih sangat minim. Gender sustainable static tahun 2022 menunjukkan dari 2171 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di negara G20 hanya 23 persen perempuan di jajaran top management, 5 persen di direksi, dan 5 persen di level CEO.

Perempuan masih menghadapi bias dan diskriminasi

Dok. Fortune IDN/Desy Y.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyampaikan, perempuan masih kerap menghadapi banyak bias dan diskriminasi. 

"Berbagai industri dan posisi kepemimpinan tetap didominasi laki-laki. Banyak perempuan juga berjuang untuk menemukan work-life balance. Terlepas dalam kondisi tersebut, saya terdorong untuk melihat kemajuan peran perempuan di masyarakat dalam beberapa dekade terakhir," ujarnya.

“Secara historis, perempuan masih kurang terwakili dalam peran-peran kepemimpinan yang mengakibatkan hilangnya kesempatan untuk pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan kemajuan sosial,” ujar President Director untuk Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman.

Dilibatkannya para pemimpin perempuan telah memberikan beragam sudut pandang dan pendekatan pada industri keuangan yang berkontribusi pada pemecahan masalah yang lebih inovatif dan kreatif.

Komunitas pemimpin perempuan IGNITE

Dok. Fortune IDN/Desy Y.

Related Topics