BUSINESS

Jadi Strategi Keberlanjutan, QNET Inisiatif Kurangi Jejak Karbon

Terapkan keberlanjutan di industri penjualan langsung.

Jadi Strategi Keberlanjutan, QNET Inisiatif Kurangi Jejak KarbonCEO QNET, Malou Caluza/Dok. QNET

by Desy Yuliastuti

26 October 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - QNET, perusahaan penjualan langsung global yang berfokus pada kesehatan dan gaya hidup, mengumumkan strategi keberlanjutan barunya di industri direct selling. Berbagai upaya komitmen ramah lingkungan diungkapkan CEO QNET, Malou Caluza dalam HUT QNET ke-25 sekaligus konvensi tahunan di Penang, Malaysia, Rabu (25/10).

Malou  mengatakan, pihaknya tak hanya berkomitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pembangunan komunitas global dan gaya hidup sehat. 

“Ini adalah langkah berikutnya dalam memberikan dampak positif pada kehidupan dan mempromosikan kesehatan holistik, seiring kita melanjutkan perjalanan luar biasa ini bersama-sama," katanya dalam keterangan pers, dikutip Kamis (26/10).

Malou menjelaskan, dalam peran di industri direct selling serta kesehatan dan gaya hidup, langkah keberlanjutan diterapkan melalui peluncuran dua produk ramah lingkungan, yakni Homepure Nova dengan Kartrid Pi-Plus dan Koleksi Jam Tangan Bernhard H Mayer OMNI–jam tangan Swiss yang dibuat dari bahan ramah lingkungan.

“Selain ramah lingkungan, jam tangan juga disertifikasi oleh Leadership in Energy and Environmental Design atau LEED, membuktikan kemewahan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Inisiatif mengurangi jejak karbon

Dok. QNET

QNET juga menerapkan beberapa inisiatif sadar lingkungan selama konvensi untuk mengurangi jejak karbon. Mulai dari bermitra dengan vendor yang bertanggung jawab terhadap lingkungan untuk pembangunan stan, menghilangkan penggunaan plastik sekali pakai, meminimalkan bahan cetakan melalui alternatif digital seperti Kode QR, hingga mendistribusikan pembelian dalam tas yang dapat digunakan kembali yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, setiap aspek dari acara ini mencerminkan keberlanjutan.

Malou juga menjelaskan, tercatat sekitar 20.000 peserta konvensi QNET yang berasal dari 20 negara. Mereka berkumpul di Setia SPICE Convention Center di Penang adalah pusat konvensi bertenaga surya hibrida pertama di dunia dan juga bersertifikat Green Building Index. Pusat ini juga telah menerapkan inisiatif seperti pembotolan air minum di rumah, pemilahan sampah, dan pengumpulan air hujan untuk mendukung tujuan nol bersihnya.

“Sebagai langkah lebih lanjut menuju kepedulian lingkungan, QNET berkomitmen untuk menanam 2.500 pohon di Malaysia, untuk mengimbangi jejak karbon dari acara tersebut,” ujarnya.

Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen yang baru-baru ini dilakukan lebih dari 100 pemimpin global pada KTT Iklim COP26 2021 di Glasgow. Yakni mengakhiri dan membalikkan deforestasi dan degradasi lahan pada 2030.

Andrew Susanto, Ketua Umum AP2LI (Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia, mengatakan langkah keberlanjutan QNET dapat menginspirasi puluhan ribu pebisnis penjualan langsung dari berbagai negara.

“Ini sudah menjadi tanda QNET merupakan perusahaan penjualan langsung kelas dunia, dan kami berharap konvensi QNET bisa diadakan di Indonesia,” kata  Andrew.