Comscore Tracker
BUSINESS

Lion Air Buka Lagi Penerbangan Umrah dari Riau Mulai 2023

Armada dengan pesawat Boeing 737-9 berkapasitas 215 kursi.

Lion Air Buka Lagi Penerbangan Umrah dari Riau Mulai 2023Shutterstock/KOSOL PHUNJUI

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Lion Air (kode penerbangan JT) akan memulai kembali layanan penerbangan umrah dari Riau, yang dijadwalkan pada 18 Januari 2023. Penerbangan ini berangkat dari Riau melalui Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (PKU), menuju Madinah – Bandar Udara Internasional King Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi (MED) dan Jeddah – Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi (JED). 

"Penerbangan langsung umrah dari Pekanbaru menjadi embarkasi baru di Pulau Sumatera setelah Medan Kualanamu (KNO)," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan pers, dikutip Kamis (24/11).

Penerbangan langsung umroh dari Pekanbaru menjadi embarkasi baru di Pulau Sumatera  setelah Medan Kualanamu (KNO). Mendatang, Lion Air akan melayani dari bandar udara lain secara bertahap, sesuai permintaan pasar.

Bersama mitra perjalanan (tour and travel), Lion Air mendukung pelaksanaan beribadah ke Tanah Suci dengan menawarkan kemudahan konektivitas. “Penerbangan umrah melalui Pekanbaru akan membantu masyarakat yang berasal dari Dumai, Rengat, Pekanbaru, wilayah Riau yang lainnya, Jambi, Bengkulu, Padang dan daerah lain di sekitar," ujar Danang. 

Dia menambahkan, layanan umrah Lion Air mengupayakan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) lebih dari rata-rata 92 persen.

Pesawat terbaru dan modern

Lion Air mempersiapkan armada jenis pesawat Boeing 737-9 berkapasitas 215 kursi kelas ekonomi. Pesawat mempunyai tata letak kursi (konfigurasi) 3-3 lorong tunggal (single aisle).

Setiap kursi berlapis kulit, sangat ergonomis dan dilengkapi sandaran kepala, sehingga terasa nyaman maupun dapat disesuaikan kebutuhan seperti untuk kerja, santai atau istirahat. Seluruh pesawat telah menjalani perawatan intensif, dalam kondisi terbaik dan laik terbang (airworthy for flight).  

Ruang penyimpanan barang di dalam kabin/ di atas kursi (overhead) atau kompartemen memiliki ukuran lebih besar. 

Fitur ini dapat mengakomodir barang bawaan sesuai dengan ketentuan yang boleh dibawa dan memudahkan penyusunan. Keunggulan fasilitas pesawat juga terletak pada speaker yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas suara saat safety demo atau pengumuman dari kru. 

Keleluasaan dapat dirasakan karena pesawat didesain dengan tampilan jendela tampak lebih besar dan bentuk dinding kabin bagian samping (sidewalls) lebih luas.  Pengoperasian jenis pesawat tersebut dapat memenuhi penerbangan jarak jauh (long haul) yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 10 jam perjalanan langsung. Rata-rata pesawat berusia muda. 

Pesawat tersebut memiliki tingkat keamanan dan keselamatan tinggi. Selain itu, Sistem sirkulasi udara terjaga baik. Seluruh armada Lion Air dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat.

HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di kabin dan menyaring lebih dari 99,9% jenis virus, kuman, serangga dan bakteri. Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Siklus udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat.

Dalam kaitan perjalanan udara sesuai aspek keselamatan, Danang menyampaikan bahwa Lion Air telah mengimbau seluruh jemaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya ke pesawat dan tidak menerima titipan barang apa pun dari orang lain ke dalam pesawat.

Kemudian, barang elektronik harus dilepas dari baterainya, serta penggunaan pengisi daya mandiri atau baterai portabel (power bank) harus sesuai kriteria dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin, serta tidak diperbolehkan untuk digunakan selama penerbangan. 

"Lion Air menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional," tutur Danang. 

Related Articles