BUSINESS

Ralph Lauren Umumkan Transisi CFO, Siapa Penggantinya?

Jane Nielsen akan fokus sebagai COO di rumah Ralph Lauren.

Ralph Lauren Umumkan Transisi CFO, Siapa Penggantinya?Jane Nielsen, CFO Ralph Lauren Corporation/RALPH LAUREN CORPORATION
29 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Transisi jabatan Chief Financial Officer (CFO) sedang berlangsung di rumah mode ikonik Amerika, Ralph Lauren. Jane Nielsen, yang telah menjadi CFO sejak 2016 sekaligus sebagai Chief Operating Officer (COO) sejak 2019, akan tetap menjabat sebagai COO hingga Maret 2025. Sementara itu, Justin Picicci telah ditunjuk sebagai CFO yang baru mulai 23 Mei 2024.

Nielsen telah bekerja dengan Picicci selama tujuh tahun. Picicci, yang bergabung dengan perusahaan pada 2006, baru-baru ini menjabat sebagai CFO perusahaan, menjadikannya bagian integral dari proses suksesi bertahun-tahun perusahaan ini.

"Saya sangat yakin bahwa perusahaan berada di fondasi keuangan yang sangat kuat dan strategi kami dieksekusi dengan baik," kata Nielsen kepada Fortune.com dikutip Rabu (29/5). Dia merasa senang melihat Picicci mengambil peran CFO dan menantikan transisi yang mulus untuk memastikan Justin siap untuk sukses.

Selama masa jabatan Nielsen sebagai CFO, Ralph Lauren telah mengalami peningkatan signifikan, termasuk kenaikan rata-rata harga jual per unit (AUR) lebih dari 70 persen, peningkatan penetrasi langsung ke konsumen sebesar 10 poin yang sekarang mencakup sekitar dua pertiga dari total bisnis, serta peningkatan pendapatan operasional lebih dari 20%.

Nielsen juga telah menjadi mentor bagi Picicci, mencerminkan keyakinannya akan pentingnya mentoring. Dia mengingat bagaimana Indra Nooyi, mantan CEO lama di PepsiCo, berperan penting sebagai mentor dalam kariernya.

Perjalanan karier Jane Nielsen

Nielsen menghabiskan 15 tahun pertama kariernya di PepsiCo di bawah bimbingan Nooyi, yang pertama kali mempekerjakannya untuk bekerja dalam kelompok strategi. "Dia adalah seorang ibu dan pemimpin bisnis yang luar biasa. Dia sangat peduli pada saya dan menjadi mentor yang luar biasa, membuat saya benar-benar percaya pada kekuatan mentoring," kata Nielsen.

Nooyi segera mendorongnya untuk mengambil langkah lebih besar dalam kariernya. "Dia berkata, 'Jane, kami tahu Anda adalah seorang ahli strategi yang sangat baik, tapi pekerjaan C-suite apa yang Anda inginkan?'” Nielsen menjawab bahwa dia ingin menjadi CFO.

Nooyi menekankan pentingnya pengalaman praktis, yang mendorong Nielsen untuk mengejar peran sebagai CFO bisnis botol Amerika Utara dan kemudian sebagai SVP hubungan investor sebelum akhirnya menjadi CFO PepsiCo’s Beverages America.

Nielsen kemudian bergabung dengan Coach sebagai CFO pada 2011, di mana dia membantu memposisikan ulang merek dan memberikan pertumbuhan keuangan selama lima tahun masa jabatannya. Dia bergabung dengan Ralph Lauren sebagai CFO pada 2016, tetapi tiga bulan kemudian terjadi perubahan CEO dan Nielsen diminta untuk menjadi CEO sementara. Enam bulan kemudian, Patrice Louvet bergabung sebagai CEO dan Nielsen menjadi mitra strategisnya sebagai CFO sebelum akhirnya mengambil peran COO.

"Sebagai CFO, Jane telah memberikan dampak besar pada Ralph Lauren, membantu memandu perusahaan kami melalui periode peningkatan dan transformasi merek yang signifikan. Saya berterima kasih atas kepemimpinannya, dan saya menantikan untuk terus bermitra dengannya dalam perannya sebagai COO," kata Louvet dalam sebuah pernyataan.

Selama 10 bulan ke depan, Nielsen akan fokus mendukung transisi CFO dan tanggung jawabnya sebagai COO. Mengenai masa depannya, Nielsen menyatakan bahwa dia belum siap untuk pensiun dan ingin membawa semua yang telah dipelajarinya sepanjang karier untuk diterapkan di perusahaan lain. Perannya sebagai mentor akan terus menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya ke depan.

Related Topics