Comscore Tracker
BUSINESS

Startup Manufaktur Imajin Raup Pendanaan Awal Dipimpin East Ventures

Ambisi memberi solusi di industri manufaktur.

Startup Manufaktur Imajin Raup Pendanaan Awal Dipimpin East VenturesTim Imajin/Dok. East Ventures

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Imajin, startup manufaktur yang berbasis di Tangerang, Indonesia mengumumkan perolehan pendanaan awal (seed). Pendanaan ini dipimpin oleh East Ventures, dengan partisipasi dari 500 Sea, Init 6, serta beberapa investor dan angel investor lainnya, tetapi tak disebutkan berapa raihan pendanaan tersebut.

Co-Founder dan CEO Imajin, Chendy Jaya mengatakan, Imajin akan memanfaatkan pendanaan ini untuk mengembangkan produk, rekrutmen, dan memperluas cakupan pasar, baik secara domestik maupun internasional.

“Pendanaan ini akan memperkuat kami dalam memaksimalkan potensi pengusaha manufaktur kecil dan menengah. Kami akan terus meningkatkan kualitas platform dan layanan untuk setiap vendor yang bermitra dengan Imajin,” tuturnya dalam keterangan pers, Rabu (25/1).

Partner East Ventures, Melisa Irene, mengatakan pihaknya berharap Imajin hadir sebagai solusi yang tepat untuk industri manufaktur, dan turut mengambil peran aktif dalam mendukung perkembangan industri dan ekosistem digital secara keseluruhan. 

“Kami bersemangat untuk terus melihat perkembangan positif dari Imajin di waktu mendatang,” katanya.

Misi menjadi ekosistem manufaktur kreatif digital

Imajin, yang didirikan oleh Chendy Jaya selaku Chief Executive Officer, Stefanus Hodir selaku Chief Marketing Officer, dan Joseline Olivia selaku Chief Product Officer. Imajin memiliki misi untuk menjadi ekosistem manufaktur kreatif digital. 

Imajin menawarkan berbagai macam bentuk produksi di industri manufaktur, antara lain pembuatan mold & dies, pembuatan part logam dan plastik, penjualan bahan baku serta fabrikasi dan produksi massal, dengan menggandeng ekosistem manufaktur seperti pemain manufaktur berskala kecil dan menengah. 

Chendy mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan dan kemajuan Industri Kecil Menengah (IKM) dengan menawarkan pendampingan untuk para produsen dalam mengembang produk baru dari prototipe hingga siap untuk diproduksi secara massal.

Imajin memastikan hasil produksi yang berkualitas, dengan menerapkan tahap Quality Assurance yang telah terstandarisasi, serta menawarkan pengalaman manajemen proyek yang efisien melalui solusi Software as a Service (SaaS). 

Imajin berperan secara aktif dalam memajukan produsen kecil menengah melalui proses digitalisasi dan menciptakan jaringan yang terkoneksi antara sesama pemain guna meningkatkan kolaborasi. Memahami kebutuhan yang beragam dari para produsen, Imajin turut memfasilitasi pembelian raw material melalui marketplace dengan opsi pembayaran yang fleksibel.

Hingga saat ini, Imajin telah bekerja sama dengan lebih dari 500 mitra perusahaan manufaktur, mulai dari Mold Maker, Dies Maker, Injection, Stamping, Fabrication, dan lainnya. Imajin telah melayani lebih dari 100 pelanggan, baik perusahaan lokal maupun perusahaan Jepang yang berbasis di Indonesia. Ke depannya, Imajin akan menambahkan jangkauan di beberapa kota di Indonesia. Sebagai salah satu upaya untuk mendorong pelaku industri lokal, terutama pada industri otomotif.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di tahun 2022, industri pengolahan non migas mampu tumbuh sebesar 4,88 persen (YoY) dengan kontribusi sebesar 16,10 persen terhadap PDB. Sementara itu, pertumbuhan sektor otomotif sendiri berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi produksi, utilisasi industri kendaraan bermotor pada Oktober 2022 mencatatkan capaian sebesar 69,20 persen, peningkatan sebesar 40 persen dibandingkan dengan masa selama pandemi. 

“Imajin melihat potensi masif pada peningkatan produksi dalam negeri, khususnya di bidang otomotif yang menjadi salah satu bidang dominan,” kata Chendy.

Menurutnya, kinerja positif ini menunjukkan geliat industri manufaktur nasional terus mengalami perbaikan dan semakin pulih setelah terkena dampak pandemi Covid-19 dan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.  

Related Articles