Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diversifikasi Kemasan Jadi Strategi Teh Kahuripan Bidik Pasar HoReCa
Dok. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum)
  • Teh Kahuripan meluncurkan teh bubuk pouch 250 gram untuk menyasar pelaku hotel, restoran, kafe, serta pasar B2B yang membutuhkan volume lebih besar.
  • Kemasan pouch melengkapi teh celup kotak 25 kantong dan menawarkan fleksibilitas operasional, dengan varian original, vanila, serta teh hijau melati.
  • Ekspansi didukung rantai pasok terintegrasi dari kebun Kertasarie milik Lonsum di Pangalengan, namun perusahaan belum mengungkap target penjualan, kontribusi segmen, atau investasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNETeh Kahuripan memperluas format produknya dengan menghadirkan teh bubuk dalam kemasan pouch 250 gram. Langkah ini menyasar kebutuhan pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (HoReCa), serta segmen bisnis-ke-bisnis (business-to-business/B2B) yang memerlukan teh dalam volume lebih besar.

Produk tersebut melengkapi teh celup Teh Kahuripan yang selama ini dipasarkan dalam kotak berisi 25 kantong. Jika kemasan kotak ditujukan untuk konsumsi harian dengan takaran yang praktis, kemasan pouch menawarkan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam menyiapkan minuman teh sesuai kebutuhan operasional.

“Kehadiran Teh Kahuripan bubuk kemasan pouch 250 gram ini merupakan langkah kami untuk memperluas pilihan Teh Kahuripan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan pelaku usaha. Kami melihat peluang penggunaan teh dalam volume besar, khususnya di sektor HoReCa dan B2B, yang membutuhkan produk dengan kualitas yang dapat diandalkan sekaligus efisien untuk kebutuhan operasional,” ujar Irpan Irawan, Sales Manager, dalam

Teh Kahuripan menyatakan kemasan baru tersebut akan tersedia dengan tiga varian, yakni teh hitam celup original, vanila, dan teh hijau celup melati. Ketiganya sebelumnya telah hadir dalam lini teh celup kemasan kotak.

Diversifikasi kemasan ini ditopang oleh sumber bahan baku dari perkebunan teh Kertasarie di Pangalengan, Jawa Barat. Perkebunan seluas 600 hektare tersebut dikelola olehDok. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) sejak 1908. Dengan lokasi kebun pada ketinggian sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut, Kertasarie menjadi bagian dari rantai pasok teh yang dikelola Lonsum dari perkebunan hingga fasilitas pengolahan. Lonsum kemudian mengembangkan produk hilir dengan merek Teh Kahuripan pada 2016.

Pengelolaan kebun dan pabrik secara terintegrasi menjadi salah satu basis yang digunakan Teh Kahuripan untuk menjaga konsistensi proses produksi. Pengalaman lebih dari satu abad tersebut kini diarahkan untuk mendukung perluasan penggunaan produk, bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga penyajian dalam skala usaha.

Irpan menambahkan, masuk lebih jauh ke segmen HoReCa dan B2B berarti memperluas saluran penggunaan produk. Kemasan berukuran lebih besar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman, sehingga pelaku usaha tidak harus bergantung pada format teh celup yang lebih sesuai untuk konsumsi perorangan.

Langkah ini juga menunjukkan upaya merek tersebut memanfaatkan aset produksi dan pengalaman pengelolaan teh yang telah dimiliki untuk memperluas pasar. Namun, perusahaan belum mengungkapkan target penjualan, kontribusi segmen HoReCa dan B2B, maupun proyeksi investasi yang disiapkan untuk peluncuran kemasan baru tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article