Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dorong Pertumbuhan Bisnis, Paramount Buka Hampton @ Manhattan District
Grand Opening Se-Hampton @ Manhattan District pada Sabtu (11/7)/ Dok. FORTUNE IDN/Desy Y.
  • Paramount Gading Serpong resmi membuka Hampton @ Manhattan District dengan tingkat okupansi lebih dari 81 persen, menandai kematangan kawasan bisnis dan gaya hidup di Gading Serpong.
  • Kawasan seluas 22 hektare ini mengusung konsep multi-experiences dengan area seperti Hampton Square, Avenue, Promenade, dan Walk yang menjadi pusat aktivitas publik dan komersial.
  • Didominasi tenant F&B sekitar 80 persen, Hampton diarahkan sebagai destinasi kuliner dan gaya hidup terpadu melalui kolaborasi pengembang, pemilik unit, serta program aktivasi berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Paramount Gading Serpong resmi membuka kawasan Hampton @ Manhattan District melalui Grand Opening Se-Hampton pada Sabtu (11/7), menandai fase baru pengembangan distrik komersial yang kini menjadi salah satu pusat bisnis dan gaya hidup di kawasan Gading Serpong. Di balik seremoni tersebut, terdapat sinyal bisnis yang ingin ditegaskan pengembang: kawasan dinilai telah memasuki fase matang dengan tingkat okupansi yang mencapai lebih dari 81 persen.

Pembukaan kawasan dilakukan setelah Paramount Land menilai ekosistem bisnis Hampton telah cukup terbentuk, baik dari sisi keterisian tenant maupun aktivitas kawasan. Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk memperkuat posisi Manhattan District sebagai kawasan bisnis dan komersial regional berkonsep multi-experiences seluas 22 hektare.

Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan keputusan menggelar grand opening baru dilakukan setelah tingkat keterisian kawasan mencapai level yang dianggap ideal.

"Kenapa momentumnya sekarang, karena setelah serah terima selesai kurang lebih enam bulan kawasan Hampton sudah terisi 81 persen, biasanya 60 persen terisi kita soft opening, sekarang kita grand opening artinya area ini sudah siap menjadi area komersial yang hidup," ujarnya, usai ‘Grand Opening Ceremony Se-Hampton’.

Menurutnya, pencapaian okupansi tersebut menjadi indikator bahwa kawasan telah memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi investor maupun pelaku usaha. Hingga akhir Juni 2026, okupansi Hampton meningkat signifikan dari sekitar 23 persen pada Juli 2025 menjadi lebih dari 81 persen.

Chrissandy menjelaskan, perjalanan Hampton dimulai sejak peluncuran Manhattan District pada 2021 sebagai kawasan bisnis dan komersial terintegrasi, seluas 22 hektare dengan konsep multi-experiences. Pengembang kemudian menghadirkan Hampton Square sebagai lifestyle mall, Hampton Avenue, Hampton Promenade, hingga Hampton Walk sebagai kawasan pedestrian yang menjadi pusat aktivitas publik.

"Pertengahan tahun 2023, Paramount Gading Serpong memperkenalkan Hampton Square sebagai lifestyle mall pertama di Gading Serpong, commercial Hampton Avenue dan Hampton Promenade yang terserap pasar dengan sangat baik, serta Hampton Walk yang merupakan area pedestrian di kawasan ini."

Ia menambahkan, kawasan tersebut mulai memasuki berbagai tonggak penting sejak 2024, mulai dari serah terima Hampton Avenue dan Hampton Promenade hingga soft opening Hampton Square. "Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya optimisme investor, pemilik unit, tenant, dan pelaku usaha terhadap prospek jangka panjang kawasan Hampton, sekaligus menegaskan resiliensi kawasan yang terus bertumbuh di tengah dinamika ekonomi global," katanya.

Acuan pengembangan kawasan komersial baru

Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, Grand Opening Se-Hampton @ Manhattan District pada Sabtu (11/7)/ Dok. FORTUNE IDN/Desy Y.

Di tengah perlambatan daya beli masyarakat, Paramount Land menilai kawasan komersial yang mampu menghadirkan pengalaman terpadu masih memiliki prospek pertumbuhan. Chrissandy mengakui kondisi ekonomi nasional masih memberi tekanan terhadap konsumsi. Namun, menurutnya Gading Serpong tetap menjadi magnet yang mampu menarik pengunjung dari berbagai wilayah Jabodetabek.

"Kondisi ekonomi nasional, masih berdampak pasti ke daya beli. Tapi kami lihat kawasan Gading Serpong ini masih jadi destinasi. Artinya dari Bekasi, dari Jakarta, dari mana pun berpotensi datang," ujarnya.

Ia berharap momentum grand opening dapat memperkuat aktivitas bisnis para tenant melalui berbagai program hiburan dan aktivasi kawasan yang akan terus digelar. Menurutnya, salah satu kekuatan Hampton adalah komposisi tenant yang didominasi sektor makanan dan minuman. Sekitar 80 persen unit usaha di kawasan tersebut diisi oleh bisnis F&B, sementara sisanya bergerak di sektor gaya hidup, furnitur, hingga ritel.

"Gading Serpong identik dengan kuliner. Perkirannya 80 persen kuliner kalau di sini, sisanya lifestyle, jasa, furniture, dan lain sebagainya," katanya, menambahkan.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan yang seluruh unitnya dikelola operator, sebagian besar unit komersial di Hampton merupakan ruko dengan status kepemilikan individu. Hal tersebut membuat strategi pengelolaan kawasan lebih berfokus pada kolaborasi antara pengembang, pemilik unit, dan tenant. Oleh karena itu, perlu sinergi dan kolaborasi antara pengembang dan tenant untuk mempertahankan traffic kunjungan.

Hingga saat ini, Paramount Land belum menetapkan target jumlah pengunjung sebagai indikator utama. Fokus perusahaan masih diarahkan pada menjaga tingkat okupansi dan memastikan kawasan tetap aktif melalui berbagai program aktivasi.

Grand opening Se-Hampton juga menjadi proyek percontohan bagi pengembangan distrik komersial Paramount Land selanjutnya. Menurut Chrissandy, konsep pengelolaan kawasan hidup melalui kurasi tenant, hiburan, dan ruang publik akan menjadi referensi, meski implementasinya disesuaikan dengan karakter masing-masing lokasi.

"Tahun ini rencananya akan ada satu grand opening lagi. Bisa berkonsep sama walaupun pasti market-nya berbeda," ujarnya.

Di kawasan lain yang telah dikembangkan, seperti Petals, Grande, Kaliko, maupun Indika, pendekatan yang diterapkan juga mengedepankan pembentukan komunitas. Perbedaannya terletak pada tema utama yang diangkat, termasuk kawasan yang akan difokuskan pada aktivitas olahraga sebagai penggerak keramaian.

Grand Opening Se-Hampton sendiri mengusung konsep yang menyatukan seluruh kawasan Hampton—meliputi Hampton Square, Hampton Avenue, Hampton Promenade, dan Hampton Walk—dalam satu identitas baru. Melalui tagline "One Area, Endless Exploration", Paramount Gading Serpong ingin memperkuat positioning Hampton sebagai ekosistem bisnis dan gaya hidup yang mengintegrasikan kuliner, ritel, hiburan, hingga ruang sosial dalam satu destinasi. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye perusahaan "Everything is Here", yang menempatkan kawasan komersial bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan komunitas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article