BUSINESS

Startup Pin J Bidik 10 Ribu Pengguna Segmen Pekerja Lepas di 2024

Pin J menawarkan kredit mikro untuk pekerja lepas.

Startup Pin J Bidik 10 Ribu Pengguna Segmen Pekerja Lepas di 2024Startup Pin J bidik 10.000 pengguna hingga akhir tahun (dok. Pin J)
16 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

JAKARTA, FORTUNE - Lebih dari 60 persen atau 83 juta dari total Tenaga Kerja Indonesia saat ini merupakan pekerja informal dan gig worker. Para pekerja ini kerap menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses modal kerja dan minimnya opsi pinjaman formal, yang sering kali menghambat potensi pendapatan dan stabilitas keuangan mereka. 

Fenomena ini ditangkap, Pin J Startup sekaligus peserta program akselerator Startup Studio Indonesia (SSI) Batch 8. Pin J menawarkan solusi keuangan inovatif untuk menjawab tantangan tersebut melalui Kredit ultra-mikro dalam aplikasi dan sistem pencairan dana tertutup (closed-loop) untuk memastikan para pengguna dapat mengakses keuangan secara efisien dan bertanggung jawab.

Apalagi, bagi pekerja informal, 30 persen dari gaji mereka biasanya digunakan sebagai modal kerja, Ini yg menjadi dasar bagi perusahaan meluncurkan layanannya. 

Co-Founder Pin J, Cynthia Susinto mengatakan, Pin J percaya, setiap individu harus memiliki akses ke sumber daya keuangan yang akan memungkinkan pekerja informal lebih berkembang dalam perekonomian yang dinamis.

“Dengan meningkatkan literasi keuangan dan memperluas inklusi keuangan melalui teknologi, kami tidak hanya membantu individu untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, tetapi secara keseluruhan kami sedang membentuk masa depan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya dalam diskusi daring bertema “Accelerating Prosperity in Indonesia’s Gig Economy”, Kamis (16/5). 

Sejak pertama berdiri pada 2022, sudah ada lebih dari 1.900 pengguna terdaftar di platform Pin J, dengan lebih dari 590 transaksi difasilitasi melalui aplikasi. Hal ini menunjukkan dampak nyata pada ekonomi gig Indonesia. “Harapannya tahun ini kami bisa close di 7.000 hingga 10.000 ribu user,” kata Cynthia.

Meski saat ini layanannya masih berfokus menyediakan solusi keuangan untuk pekerja kerah biru di sektor logistik, ke depan ia mengungkap kemungkinan memperluas layanan ke segmen lainnya, seperti kesehatan. 

Mitigasi Risiko Bisnis

Cynthia mengatakan, ada beberapa hal yang membuat startup ini berbeda dengan perusahaan pembiayaan. Pertama, model close loop yang memungkinkan Pin J hanya dapat menyalurkan pinjaman hanya kepada pekerja lepas di perusahaan yang bermintra. 

“SKU kami pilih dengan nilai yang kecil agar tidak membebani, Dengan memastikan hal ini, maka pengguna benar-benar membeli barang yang dibutuhkan sehingga dapat memfasilitasi mereka bekerja,” katanya.

Dengan membatasi penggunaan kredit untuk pembelian kebutuhan utama seperti bahan bakar, data seluler dan listrik, Pin J mendukung penggunanya agar bisa memprioritaskan kebutuhan yang esensial. Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan stabilitas keuangan tetapi juga berkontribusi langsung untuk meningkatkan literasi keuangan para penggunanya.

Melalui jaringan kemitraan yang kuat dan inisiatif strategis, Pin J secara konsisten membangun ekosistem yang mendukung penyaluran produk secara efisien dan efektif secara real-time.

Hingga saat ini, Pin J telah bermitra dengan beberapa perusahaan mulai dari eCommerce, hingga perusahaan besar lainnya yang bergerak di industri telekomunikasi, logistik dan migas. 

Kedepan, Pin J berencana memperluas jangkauan hingga jutaan pengguna di seluruh Indonesia. Lewat rangkaian pembinaan yang diberikan oleh Startup Studio Indonesia, Pin J berharap inovasi yang dilakukan dalam platform-nya, dapat semakin memberikan kontribusi positif untuk para pekerja di sektor ekonomi informal dan gig.

Direktur Ekonomi Digital, Kominfo RI,  Boni Pudjianto mengatakan mengapresiasi langkah Pin J sebagai salah satu peserta dari program akselerasi Kominfo. Pin J tidak hanya menyediakan solusi inovatif yang mendukung kestabilan dan literasi keuangan para pekerja gig di Indonesia, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi kunci dalam mendorong inklusi sosial dan ekonomi. 

“Lewat Inovasi yang dihadirkan oleh Pin J, semoga dapat menginspirasi para startup tanah air untuk tidak hanya menyuguhkan ide yang inovatif, namun juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya. 

Related Topics