BUSINESS

Kompetisi Alat Berat: Sany Genjot Produksi, Komatsu Bawa Teknologi

Kebutuhan alat berat tahun ini diramal capai 20.000 unit.

Kompetisi Alat Berat: Sany Genjot Produksi, Komatsu Bawa TeknologiIlustrasi alat berat United Tracktors, Dok. United Tracktors
14 September 2023

Jakarta, FORTUNE - Sektor industri alat berat terus menggeliat, seiring kebutuhan sektor pertambangan, infrastruktur dan perkebunan. Sejumlah produsen memasang strategi untuk memperkuat pangsa pasarnya di dalam negeri melalui ekspansi kapasitas produksi hingga membawa produk baru berteknologi terkini. 

Kebutuhan akan alat berat semakin meningkat. Kementerian Perindustrian memperkirakan total kebutuhan alat berat tahun ini mencapai 20.000 unit. Meski demikian, kapasitas produksi industri alat berat di dalam negeri masih belum dapat mencukupi, yakni baru sekitar 10.000 unit per tahun. Oleh karenanya, diperlukan peningkatan kapasitas produksi industri alat berat di Indonesia.

Untuk mendukung geliat investasi pada industri alat berat, pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk kemudahan berinvestasi antara lain melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, investasi baru pada industri alat berat juga diharapkan dapat menarik investasi baru lainnya untuk ekosistem industri pendukung alat berat. "Misanya, industri komponen alat berat seperti industri fabrikasi bucket excavator, serta industri sub komponen alat berat, seperti industri tubing dan pengecoran sub komponen lainnya,” kata Agus saat meresmikan groundbreaking fase kedua PT Sany Indonesia Machinery di Karawang, dikutip  Kamis (14/9).

Pada investasi barunya ini, produsen alat berat asal Provinsi Hunan, Republik Rakyat Tiongkok itu akan meningkatkan investasinya melalui pembangunan pabrik baru yang akan meningkatkan kapasitas produksi hydraulic excavator dari 2.000 unit menjadi 5.000 unit per tahun. Penambahan kapasitas produksi ini diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan mempercepat pemulihan subsektor industri alat berat. 

Sektor industri manufaktur di tanah air semakin melaju seiring meningkatnya permintaan baru pascapandemi Covid-19. Pada semester I 2023, realisasi investasi nasional tercatat Rp687,7 triliun, tumbuh 16,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sektor industri berkontribusi 39,8 persen terhadap realisasi investasi nasional. “Kondisi positif ini tercermin dari capaian laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih pada level yang cukup kuat hingga Triwulan II - 2023, mencapai 5,17 persen” katanya. 

Elektrifikasi Alat Berat

Berbeda dengan Sany, ekspansi pasar PT United Tractors Tbk (UNTR) distributor alat berat Komatsu ditujukan dengan memperkenalkan produk New 20 Ton Class Electric Excavator. Pengenalan teknologi baru alat berat listrik ini sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission pada 2060. 

Sejak 2005, Komatsu menghadirkan produk sustainable dan ramah lingkungan misalkan dengan produk elektrifikasi pertamanya, Wired Electric Excavator untuk kelas 13-20 ton.

Kemudian, pada 2020 Komatsu meluncurkan Mini Excavator Battery Electric, dan pada 2022 Komatsu menghadirkan excavator pertamanya dengan teknologi hybrid untuk kelas 30 ton tipe HB365-1. Tahun ini, Komatsu kembali berinovasi dengan memperkenalkan New 20 Ton Class Electric Excavator menggunakan baterai elektrik yang akan diuji coba di Indonesia.

New 20 Ton Class Electric Excavator ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya net zero emission,keamanan dan kenyamanan beroperasi yang dapat digunakan di seluruh sektor. Produk ini juga didukung fitur dan teknologi Komtrax yang  merupakan teknologi telematik untuk memantau alat berat berbasis nirkabel dari Komatsu yang dapat diakses di mana pun lewat melalui perangkat komputer maupun telepon seluler. 

Electric excavator ini menggunakan tenaga listrik untuk melakukan penggalian dan pemindahan material. Produk ini tidak menggunakan mesin pembakaran internal seperti excavator konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Sumber daya listrik pada unit electric excavator tersimpan dalam baterai yang mendapatkan tenaga listrik dari sumber daya listrik eksternal, seperti saluran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau generator melalui portable charging tools atau charging stationary.

Corporate Secretary United Tractors, Sara K. Loebis mengatakan UT akan senantiasa melakukan inovasi dan berperan aktif untuk meminimalisir dampak negatif lingkungan dan berkontribusi bertahap untuk mewujudkan Indonesia bebas emisi. Selain itu, UT juga akan terus berupaya untukmelakukanpengembangan dan memanfaatkan teknologi yang mampu mereduksi kadar emisi karbon, salah satunya dengan memanfaatkan energi listrik pada kegiatan industri. 

“Sebagai perusahaan yang berkecimpung pada penjualan alat berat untuk industri, UT memiliki kepedulian khusus terhadap masalah lingkungan sebagai bagian dari implementasi inisiatif Environmental, Social, danGovernance (ESG). Karena itu, kehadiran New 20 Ton Class Electric Excavator menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam pengembangan produk ramah lingkungan,” ujar Sara K. Loebis. 

New 20 Ton Class Electric Excavator ini dapat digunakan di berbagai sektor seperti tambang batu bara dan mineral yaitu nikel, emas, timah, dan bauksit, serta pekerjaan konstruksi. Saat ini New 20 Ton Class Electric Excavator masih dalam proses kajian pasar di Indonesia. Diharapkan, kehadiran produk ini akan membantu mengurangi pencemaran polusi di udara dan kelangsungan ekosistem yang positif bagi masyarakat Indonesia.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.