BUSINESS

10 Ciri Lowongan Kerja Bodong yang Perlu Diperhatikan Pencari Kerja

Penipuan dalam lowongan kerja terus berkembang.

10 Ciri Lowongan Kerja Bodong yang Perlu Diperhatikan Pencari KerjaIlustrasi pemagang. (Pixabay/Mohammed Hassan)

by Eko Wahyudi

17 November 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Aksi penipuan kerja masih marak terjadi di seluruh Asia setelah pandemi. Sayangnya, masih banyak orang yang terjerat oleh penipuan lowongan pekerjaan, khususnya pekerjaan yang didapatkan secara online.

Berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, selama empat tahun terakhir dalam rentang 2020 - Oktober 2023, di kawasan Asia Tenggara tercatat ada lebih dari 3.317 warga Indonesia menjadi korban penipuan lowongan kerja online. Angka itu diprediksi terus bertambanh beberapa tahun mendatang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2023 juga menunjukkan 7,86 juta masyarakat Indonesia menganggur. Hal ini perlu diwaspadai oleh para pencari kerja dengan adanya kemungkinan muncul modus penipuan lowongan kerja baru dengan memanfaatkan keadaan saat ini.

SEEK platform dan marketplace online untuk perekrutan memberikan edukasi bagaimana membedakan lowongan kerja yang valid dan bodong, agar terhindar dari penipuan. Berikut 10 ciri-ciri utama yang harus diwaspadai dari sebuah lowongan pekerjaan penipuan menurut Head of Fair Hiring SEEK, Scott Stiles:

1. Panggilan telepon berulang kali

Para penipu sering kali melakukan panggilan telepon berulang kali, untuk mencoba memaksa kamu menerima tawaran dari mereka. Mereka sering kali mengatakan bahwa kamu bisa kehilangan kesempatan kerja jika tidak merespons atau menyetujui persyaratan mereka dengan cepat.

2. Permintaan informasi yang pribadi atau sensitif

Penipu yang ingin mendapatkan informasi sering kali akan langsung meminta informasi pribadi. Mereka mungkin meminta dokumen seperti bukti tempat tinggal atau buku tabungan. Namun, perusahaan-perusahaan terkemuka biasanya tidak meminta dokumen tersebut itu sampai proses wawancara atau orientasi.