Comscore Tracker
BUSINESS

Dampak Harga Komoditas, Penjualan Kobexindo Capai US$168,5 Juta

Penjualan Kobexindo ini tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Dampak Harga Komoditas, Penjualan Kobexindo Capai US$168,5 JutaAlat berat digunakan untuk mengevakuasi truk pengangkut BBM yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Transyogi, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/7). (ANTARAFOTO/Asprilla Dwi Adha)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - PT Kobexindo Tractors Tbk, penyedia alat berat, membukukan pertumbuhan penjualan 41 persen pada sepanjang 2022. Sumbangsih terbesar dalam pertumbuhan tersebut berasal dari penjualan alat berat pertambangan dan non-tambang. 

“Sepanjang 2022, kami berhasil membukukan penjualan sebesar US$168,5 juta,” kata Wakil Direktur Utama Kobexindo Tractors, Martio, dalam keterangan pers, Senin (23/1), menambahkan bahwa nominal tersebut tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Tingginya permintaan alat berat tidak dapat dilepaskan dari terkereknya harga komoditas tambang sejak 2021. Meskipun terjadi penyesuaian harga komoditas, namun harga yang berlaku masih menguntungkan pemilik pertambangan untuk meningkatkan kuota produksi guna memenuhi permintaan bahan tambang.

“Membaiknya perekonomian pasca pandemi Covid-19 yang berujung pada pelonggaran aktivitas dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan dan keamanan juga menjadi katalis positif pertumbuhan. Hal tersebut memicu sektor-sektor usaha tambang, industrial, logistik, serta konstruksi yang menjadi target pasar kami,” kata Martio.

Faktor yang bakal mempengaruhi kinerja Kobexindo pada 2023

Sepanjang 2022, emiten berkode saham KOBX ini mencatat beberapa faktor yang perlu diwaspadai untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan pada 2023, terutama berkaitan dengan pasokan unit alat berat.

Beberapa hal tersebut adalah kapasitas produksi produsen alat berat, harga bahan baku alat berat (baja), keterbatasan armada dan kenaikan biaya logistik/transportasi dalam memenuhi lonjakan permintaan, tingkat permintaan konsumen, kenaikan suku bunga, fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, serta ancaman dampak resesi global.

Atas hal-hal tersebut, Kobexindo telah melakukan antisipasi seperti strategi inventori dengan memproyeksikan pesanan pelanggan dalam beberapa bulan ke depan, mengamankan pasokan alat berat, seperti yang telah dilakukan dengan Doosan dan NHL Terex, Mercedes Benz, serta strategi harga.

“Kami optimistis pertumbuhan bisnis 2023 akan melanjutkan momentum pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ditopang oleh penjualan lini produk unggulan yang andal dan memiliki tingkat efisiensi yang tinggi, serta didukung oleh layanan purna jual dan kesediaan suku cadang di 13 titik kantor cabang kami,” kata Martio.

Belanja modal Kobexindo

KOBX menyiapkan belanja modal US$4 juta guna mendukung operasional dan peremajaan unit rental alat berat.

Selain itu, KOBX menyiapkan beberapa produk baru yang akan diperkenalkan pada 2023 untuk memperkuat lini produk alat berat pertambangan maupun non-tambang.

KOBX pun menyediakan jasa kontraktor batu bara dan sewa alat berat sebagai bagian dari solusi menyeluruh bagi para pelanggannya. Penjualan unit alat berat juga didukung oleh ketersediaan suku cadang dan tenaga mekanik yang andal untuk mendukung operasional pelanggan.

Untuk sektor industrial dan logistik, KOBX memiliki line up produk unggulan Jungheinrich untuk kebutuhan material handling, racking, dan electrical forklift.

Di samping itu, KOBX juga mendorong pertumbuhan penjualan alat berat non tambang seperti konstruksi dan industrial.

Related Articles