Guna mengoptimalkan penyerapan pasar pada momentum liburan sekolah, Enchanting Valley by Taman Safari—destinasi wisata terpadu terbaru di kawasan Cisarua, Puncak, Bogor—resmi memperpanjang jam operasional hingga pukul 19.00 WIB.
Perpanjangan jam kerja ini diintegrasikan dengan peluncuran program spesial Starry Wonders yang berlangsung mulai 19 Juni hingga 13 Juli 2026. Langkah ini diambil guna menyajikan diversifikasi pengalaman rekreasi alam dari sore hingga malam hari demi menangkap potensi belanja wisatawan keluarga secara maksimal.
Dalam perkembangannya, destinasi seluas 22 hektare yang memadukan keindahan alam, petualangan, hiburan, dan kuliner ini juga menyelenggarakan Summer Splash Festival pada periode 26 Juni hingga 12 Juli 2026. Festival musiman ini dirancang khusus menarik segmen anak-anak dan keluarga melalui penyediaan fasilitas Giant Pool, Foam Party, dan Bubble Show.
Untuk memperkuat daya saing produk rekreasi, pengelola mengandalkan portofolio atraksi unggulan. Di lini hiburan, terdapat LILA Show yang merupakan teater musikal outdoor berstandar internasional, Angklung Show, serta Lila's Magical World yang menyajikan petting zoo interaktif dan Animal Edushow.
Sementara pada lini wahana aktif, kawasan ini ditopang oleh fasilitas seperti Super Wheels, Nets Play, Plaza Carnival, dan The Playground.
Dari sektor penunjang pendapatan non-tiket (secondary spend), Enchanting Valley memaksimalkan area kuliner terintegrasi. Pengunjung disediakan tiga opsi utama: Amarta Restaurant, District Dining—yang menyajikan hidangan Asia, Nusantara, dan Western lengkap dengan program BBQ Night pelengkap Live Music dan Dance Performance—serta Kembang Nona yang menawarkan konsep bersantai di tengah ruang terbuka hijau.
Melalui seluruh kesiapan infrastruktur ini, perusahaan memosisikan diri sebagai pilihan utama bagi konsumen yang mencari wisata keluarga, tempat healing, maupun rekreasi aktif di Puncak Bogor.
Secara korporasi, kinerja dan ekspansi lini bisnis Enchanting Valley didukung penuh oleh rekam jejak induk usahanya, Taman Safari Indonesia (TSI). Berdiri sejak 1980, TSI merupakan lembaga konservasi sekaligus taman rekreasi bertema kelas dunia yang kini memiliki jaringan operasional di enam lokasi dan empat resort di seluruh Indonesia.
Saat ini, TSI mengelola lebih dari 673 spesies dan 22.963 satwa, serta berhasil mempertahankan traksi pasar yang masif dengan menarik lebih dari 5 juta pengunjung setiap tahunnya.
Di samping fungsi komersial, TSI memegang peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan hewan kembali ke alam liar, menjadikannya organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia. Komitmen tersebut terbukti dengan kepemilikan empat sertifikasi internasional serta lebih dari 20 penghargaan nasional di bidang konservasi dan rekreasi.
