Jakarta, FORTUNE — Toyota Motor Corporation akan memangkas produksi hampir 40.000 kendaraan untuk pasar Timur Tengah. Langkah ini ditempuh seiring penutupan Selat Hormuz dan gangguan jalur logistik, pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menurut laporan Nikkei.
Toyota telah mengumumkan para pemasok komponen mengenai revisi rencana produksi untuk periode Maret dan April.
Pengurangan produksi ini terjadi setelah gangguan pengiriman di Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang berada di antara Iran dan Oman, yang merupakan salah satu rute perdagangan energi dan logistik paling penting di dunia.
Mengutip Reuters, pemangkasan produksi diperkirakan akan berdampak pada beberapa model Toyota, termasuk Toyota Land Cruiser, serta sejumlah sedan dan van komersial.
Hingga saat ini Toyota belum memberikan tanggapan.
Sebagai gambaran, ekspor kendaraan Toyota ke kawasan Timur Tengah setiap bulan diperkirakan mencapai sekitar 30.000 unit. Dengan demikian, pengurangan produksi ini setara dengan sekitar 60–70 persen dari volume ekspor bulanan ke kawasan tersebut.
