Comscore Tracker
BUSINESS

Kadin Dorong Industri Properti Tingkatkan Komitmen Perubahan Iklim

Komitmen perlu diperkuat dalam prioritas nasional & daerah.

Kadin Dorong Industri Properti Tingkatkan Komitmen Perubahan IklimSejumlah perumahan berada di Desa Warembungan, Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (7/10). ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Budiarsa Sastrawinata, mengungkapkan pentingnya membangun visi kawasan dan hunian yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pasalnya, industri properti melibatkan banyak sekali industri dari hulu ke hilir, didukung 350 usaha terkait dan 175 industri ikutan.

Industri properti juga perlu memperkuat komitmen terhadap SDGs dan perubahan iklim ke dalam prioritas nasional dan daerah. Hal ini penting sebab hunian atau perumahan merupakan bagian dari sebuah industri besar properti sehingga permasalahan yang dihadapi menjadi sangat kompleks. 

"Kami ingin akses perumahan bagi siapa saja, baik yang di Aceh hingga Papua. Dan di masa pandemi kami juga perlu bicara tentang permukimanan yang sehat dan tangguh, yang berarti juga antisipasi untuk perubahan iklim dan bencana-bencana yang akan datang," ujarnya dalam webinar bertajuk 'Membangun Hunian yang Inklusif untuk Masa Depan yang Lebih Baik', Senin (11/10).

Dengan komitmen yang kuat, diharapkan pula adanya kolaborasi erat antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas industri properti dalam membangun kawasan yang layak dan ramah lingkungan. "Kami ingin memperkuat SDGs 11 tentang perubahan iklim yang menjadi prirotas nasional," jelasnya.

Budiarsa juga menilai pembiayaan perumahan yang terjangkau menjadi isu yang masih harus dicarikan solusi terbaik. Perlu adanya formula khusus untuk memeriksa instrumen pembiayaan dari berbagai pelaku baik di sektor publik maupun swasta untuk mendanai perumahan yang terjangkau.

Namun, tersedianya hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah membutuhkan sinergi banyak pihak, baik pemerintah atau swasta, serta melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan aktivitasnya.

Kadin sendiri sebagai induk dunia usaha dapat berperan dalam memberikan panduan bagi pelaksanaan pengembangan sektor perumahan dengan lintas sektoral yang berkaitan dengan aspek prasarana infrastruktur, fiskal, perpajakan, moneter, transportasi hingga sumber daya manusia.

Indonesia Housing Forum

Sementara itu, untuk mendorong inovasi dan kolaborasi dalam meningkatkan akses perumahan yang aman, layak, dan terjangkau, Kadin bersama Habitat for Humanity Indonesia dan Universitas Trisakti akan menggelar Indonesia Housing Forum 2021 pada 14 Oktober 2021.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Susanto, menyampaikan Indonesia Housing Forum yang merupakan agenda dua tahunan ini penting karena mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor yang bertujuan mencari solusi terkait masalah perumahan di Indonesia.

Di luar itu, para stakeholder tersebut diharapkan juga dapat mempromosikan perumahan terjangkau yang dapat mendorong kinerja sektor properti nasional dan berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia Housing Forum yang sudah dilaksanakan sebanyak 2 kali setidaknya telah menggerakkan banyak pihak akhirnya terlibat mewujudkan hunian layak di Indonesia dengan salah satunya membentuk CSR Forum Kabupaten Tangerang untuk pembangunan hunian layak,” ujar Susanto.

Menurutnya, hunian inklusif itu sendiri mengandung arti bahwa setiap orang diajak memosisikan masing-masing dirinya sebagai pemangku kepentingan sehingga setiap orang lebih mengerti masalah-masalah dan tantangan-tantangan dalam mewujudkan rumah layak huni.

“Kita semua menyadari bahwa selama pandemi, setiap orang diminta stay at home. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi keluarga-keluarga di Indonesia yang memiliki ukuran rumah overcrowded yang rentan terhadap transmisi penyakit. Lain lagi ketika setiap orang diminta rajin cuci tangan sementara air bersih sangat sulit diperoleh. Kondisi ini semakin menekankan betapa pentingnya keberadaan rumah layak, khususnya di masa pandemi,” tandasnya.

Related Articles